Purbaya Minta yang Masih Pegang Dolar AS Segera Jual, Ini Alasannya

Purbaya Minta yang Masih Pegang Dolar AS Segera Jual, Ini Alasannya

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2026 20:46 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya saat paparan kondisi APBN di Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026).Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan global bond atau surat utang berdenominasi Dolar Amerika Serikat (AS) dengan target US$ 2 miliar hingga US$ 3 miliar. Langkah ini diambil untuk menjinakkan keperkasaan Dolar AS.

Purbaya mengatakan pihaknya telah turun tangan masuk ke pasar obligasi sejak pekan lalu. Penerbitan surat utang ini menambah pasokan Dolar AS dalam negeri sekaligus memperkuat nilai tukar Rupiah.

"Yang global (bond) 2 sampai 3 miliar dolar. Itu tambahan supply dolar di pasar dalam negeri," ujar Purbaya dalam konferensi pers di APBN KiTA, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, menurut Purbaya, selama melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, ada dana masuk sekitar Rp 1,3 triliun ke pasar obligasi

"Rupiah gonjang ganjing pemerintah melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi kami sudah masuk Jumat Senin Selasa hari ini Rp 1,3 triliun masuk," terang Purbaya.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut mendorong yield obligasi di pasar sekunder turun, sekaligus investasi masuk. Purbaya juga mengecek setiap dana yang masuk.

"Jadi sudah bisa mengembalikan investor asing ke kita, mungkin nggak semuanya tapi yang jelas di tengah gonjang ganjing asing sudah masuk," jelasnya.

Purbaya pun meminta bagi para pemegang dolar untuk segera menjualnya. Pasalnya, ia optimistis rupiah akan segera menguat.

"Jadi kalau Anda pegang dolar sekarang, ya jual aja lah. Nanti gak untung loh," tambah Purbaya.

Purbaya menjelaskan pelemahan rupiah tak lepas dari faktor eksternal, terutama situasi geopolitik global. Hal ini juga menjadi tantangan bagi aktivitas ekonomi domestik ke depan.

"Tekanan eksternal masih jadi tantangan sehingga perlu waspada ke dampak aktivitas ekonomi domestik ke depan. Yang jelas sudah menumbuhkan sentimen negatif ke nilai tukar kita. Jadi, Rupiah gonjang-ganjing pemerintah terpaksa melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi," terang Purbaya.

Saksikan juga Sosok: Kisah Dokter Penyelamat di Balik Tragedi Stasiun Bekasi Timur

(rea/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads