AKR Corporindo akan Bangun Terminal BBM US$ 120 Juta

AKR Corporindo akan Bangun Terminal BBM US$ 120 Juta

- detikFinance
Rabu, 07 Nov 2007 17:06 WIB
Jakarta - Perusahaan kimia PT AKR Corporindo akan membangun terminal bahan bakar minyak dan LPG di Pelabuhan Tanjung Priok senilai US$ 120 juta.Pembangunan terminal tersebut akan mulai dilakukan tahun depan dan akan mulai beroperasi tahun 2009 dengan kapasitas 250 ribu kilo liter.Demikian disampaikan Direktur Utama AKP Corporindo Haryanto Adikoesoemo disela-sela paparan publik perseroan di Gedung BEJ, Rabu (7/11/2007)."Kapasitas penyimpanan akan ditingkatkan lagi menjadi 450 ribu kilo liter pada tahun 2011," ujarnya.Perseroan akan membiayai proyek tersebut menggunakan kas internal sebesar 40% dari total proyek dan sisanya berasal dari project financing. Perseroan akan bekerjasama dengan beberapa produsen minyak untuk membangun terminal tersebut.Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan kapasitas pelabuhan sungainya di Guigang Cina. Untuk kapasitas kontainer akan ditingkatkan menjadi 200 ribu TEUs tahun 2009 dari 15 ribu TEUs tahun ini. Kapasitas kargo umum dan kargo curah juga akan ditingkatkan menjadi masing-masing 4,15 juta metrik ton dan 8,75 juta metrik ton dari 600 tibu metrik ton dan 3,3 jutametrik ton.Perseroan juga akan melakukan ekspansi di bidang logistik BBM dengan pengembangan di Kalimantan, Surabaya, Medan, Lampung dan Bali. Untuk investasi di cina dan logistik dana yang disiapkan mencapai US$ 32 juta yang berasal dari kas internal.Tahun ini perseroan menargetkan perolehan laba sebesar Rp 175-180 miliar.Dalam kesempatan yang sama Haryanto juga membeberkan rencana ekspansi anak usaha AKR, yakni PT Sorini Agro Asia Coporindo. Tahun depan Sorini akan menanamkan investasi senilai US$ 15 juta.Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi tepung tapioka perseroan menjadi 150 ribu ton per tahun dari 120 ribu ton. Perseroan juga akan meningkatkan kapasitas glukosanya menjadi hampir dua kali lipat dari 31 ribu ton per tahun menjadi 61 ribu ton. Selain itu, Sorini juga mengkaji untuk mengalihkan produksi hidrogen dari metanol menjadi dari gas alam."Investasi untuk konversi ke gas alam yang terbesar, sekitar 40-45% dari total investasi tahun depan untuk Sorini. Tapi kami masih mengkaji harga metanol dan gas karena baru-baru ini PGN baru saja menaikkan harga gas," ujarnya. Hidrogen dibutuhkan untuk memproduksi maltodextrin.Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan Rp 1,2-1,5 triliun dan laba bersih Rp 80 miliar. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads