Nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jelang penutupan perdagangan Jumat (29/5). Padahal pada awal perdagangan, mata uang Garuda sempat berbalik menekan dolar AS sebelum akhirnya berbalik koreksi.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS sudah mencapai Rp 17.902 pukul 14.11 WIB. Mata uang Paman Sam bergerak menguat dari pembukaan perdagangan pada level Rp 17.820.
Pada penutupan perdagangan Kamis (28/5), dolar AS ditutup pada level Rp 17.845. Rupiah tercatat melemah 7,33% sepanjang 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dolar AS Hampir Rp 18.000 |
Bloomberg memperkirakan, pergerakan rupiah hingga penutupan perdagangan di rentang Rp 17.813 hingga Rp 17.904. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura juga tercatat melemah.
Berdasarkan data Tradingview, dolar Singapura (SDG) sudah mencapai Rp 14.010 pukul 14.24 WIB. Hingga penutupan perdagangan, dolar Singapura diperkirakan bergerak pada rentang Rp 13.932-14.014.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah terjadi karena persoalan struktural pada perekonomian nasional. Salah satunya terkait defisit neraca transaksi berjalan yang masih bergantung pada impor energi, terutama minyak mentah.
Ia memperkirakan rupiah melemah terhadap dolar AS hingga menembus Rp 18.000. Bahkan tak menutup kemungkinan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh Rp 18.200 pekan depan.
"Untuk harga rupiah dalam minggu ini kalau tidak kena minggu depan ya itu Rp 18.000 sudah di depan mata. Karena saya melihat kalau Rp 18.000 ini tembus, kemungkinan besar ya ini akan menuju di Rp 18.200," katanya kepada detikcom, Jumat (29/5/2026).
(ahi/ara)










































