BNBR Siapkan Rights Issue Rp 4,76 T, DOID Pangkas Rugi, & MERK Tebar Dividen

BNBR Siapkan Rights Issue Rp 4,76 T, DOID Pangkas Rugi, & MERK Tebar Dividen

- detikFinance
Selasa, 02 Jun 2026 08:48 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
BNBR Siapkan Rights Issue Rp 4,76 T, DOID Pangkas Rugi, & MERK Tebar Dividen
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih cenderung bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (29/5). IHSG ditutup melemah tipis 0,05% ke level 6.127,38 di tengah masih derasnya aksi jual investor asing dan penyesuaian portofolio terkait rebalancing MSCI.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi pendorong utama indeks setelah masing-masing menguat 25,00%, 24,76%, dan 24,87%.

Sebaliknya, pelemahan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemberat terbesar IHSG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data perdagangan menunjukkan investor asing membukukan jual bersih sekitar Rp8,36 triliun di pasar reguler dan Rp8,52 triliun di seluruh pasar. Dari sisi sektor, lima dari sebelas indeks sektoral berakhir di zona merah. Sektor kesehatan mencatat koreksi terdalam sebesar 1,49%, sementara sektor industri dasar menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 2,65%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones naik tipis 0,09%, S&P 500 bertambah 0,26%, dan Nasdaq menguat 0,42%. Meski demikian, pelaku pasar domestik masih mencermati potensi lanjutan arus dana keluar pasca efektifnya rebalancing MSCI.

ADVERTISEMENT

Selain itu, implementasi kebijakan sentralisasi ekspor dan kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) turut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kondisi likuiditas pasar. Tercatat, indeks MSCI Indonesia turun 1,26%, sedangkan ETF Indonesia (EIDO) justru naik 1,02%.

Berita Emiten

BUMA Internasional Grup Tbk (DOID)

DOID melaporkan pendapatan sebesar US$318,18 juta pada kuartal I-2026, turun 9,57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$351,88 juta. Namun demikian, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 15,45% menjadi US$317,88 juta.

Efisiensi tersebut berdampak pada perbaikan kinerja operasional. Rugi bersih DOID menyusut menjadi US$24,28 juta dari sebelumnya US$70,40 juta pada kuartal I-2025. Sementara itu, EBITDA meningkat 98% menjadi US$28 juta dengan margin EBITDA naik ke level 11%, dibandingkan 5% pada periode yang sama tahun lalu.

Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

BNBR akan melaksanakan penambahan modal melalui rights issue sebanyak 89,92 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp53 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan perolehan dana sekitar Rp4,76 triliun.

Sebagian besar dana, yakni sekitar Rp4,36 triliun, akan disalurkan kepada anak usaha PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) untuk menyelesaikan kewajiban kepada Hartman International Pte. Ltd. dan Bank Nobu.

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja PT Bakrie Construction, penyertaan modal ke PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) terkait pembangunan rest area Tol Cimanggis-Cibitung, serta kebutuhan operasional perusahaan.

Rights issue dilakukan dengan rasio 14 HMETD untuk setiap 27 saham lama. Perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 13 Juli 2026.

Menariknya, dua pemegang saham utama BNBR, yakni Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, memutuskan tidak mengambil bagian dalam pelaksanaan HMETD dan mengalihkan haknya kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI).

BCI juga bertindak sebagai pembeli siaga yang siap menyerap saham yang tidak diambil pemegang saham lain hingga seluruh target penerbitan saham baru. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan hingga maksimal 34,15%.

Merck Tbk (MERK)

MERK menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp275 per saham untuk tahun buku 2025. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp123,20 miliar atau setara 51,51% dari laba bersih tahun berjalan.

Keputusan tersebut didukung oleh pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. MERK membukukan pendapatan sebesar Rp1,20 triliun, naik 15,82% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat 58,95% menjadi Rp243,90 miliar, sementara laba per saham naik menjadi Rp544 dari Rp343 pada tahun sebelumnya.

Dengan harga penutupan saham di level Rp3.900 pada 29 Mei 2026, imbal hasil dividen MERK tercatat sekitar 7,05%. Jadwal cum dividen ditetapkan pada 5 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 24 Juni 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads