Dow Jones Jatuh di Bawah 13.000, IHSG Makin Tertekan

Dow Jones Jatuh di Bawah 13.000, IHSG Makin Tertekan

- detikFinance
Selasa, 13 Nov 2007 08:28 WIB
Jakarta - Wall Street kembali jatuh, indeks Dow Jones terperosok hingga di bawah level psikologis 13.000. Alarm waspada kembali dipasang para investor di lantai bursa.Pada perdagangan Senin (12/11/2007), Dow Jones Industrial Average (DJIA) kembali melorot hingga 55,19 poin (0,42%) ke level 12.987,55. DJIA terakhir ditutup di bawah level 13.000 pada 16 Agustus lalu. Senasib adalah Nasdaq yang turun hingga 43,81 poin (1,67%) ke level 2.584,13. Pelemahan terjadi karena para pialang masih mencemaskan kondisi finansial bank-bank investasi akibat eksposure di sektor yang berhubungan dengan subprime. "Pasar saham terus melemah akibat melemahnya dolar, hapus buku sektor subprime yang lebih besar dan kekhawatiran bahwa The Fed tidak akan lagi mem-bail out pasar jika risiko penurunan melebihi Agustus lalu," ujar Jeremy Siegel, profesor keuangan dari Rittenhouse Financial Services seperti dikutip dari AFP.Bursa-bursa regional pun langsung melorot kembali pada perdagangan Selasa (13/11/2007) ini. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo dibuka langsung melemah hingga 68,13 poin (0,45%) ke level 15.128,96.Sentimen negatif dari Wall Street tersebut masih akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG di BEJ. Investor kembali berhati-hati, dan akan meneruskan aksi jualnya.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Optima Investama:Walaupun ada IPO Jasa Marga, namun karena sentimen negatif bursa regional indeks melemah 1.3% terutama sektor manufaktur dan perdagangan. Indeks masih tertopang oleh sektor perkebunan dan beberapa saham pertambangan. Apabila tekanan pelemahan Dow berkurang maka indeks akan cepat rebound diatas level 2.700 lagi. Indeks hari ini diperkirakan bergerak dikisaran 2.640-2.700 dengan saham pilihan: ANTM, CTRP, JSMR, UNSP dan PGAS.Panin Sekuritas:Pasar regional terdorong turun oleh efek dari subprime mortgage mulai tercermin dalam kinerja perusahaan finansial di AS. Efek dari krisis tersebut diperkirakan masih akan terasa hingga tahun 2008. Ditengah situasi yang sangat fluktuatif ini, saham berbasis komoditas seperti perkebunan, pertambangan, energi masih menjadi pilihan cukup menarik untuk jangka pendek (trading). Dapat diperhatikan juga pergerakan beberapa saham perbankan yang sudah oversold. Kami perkirakan IHSG dalam jangka pendek masih akan bergerak fluktuatif pada kisaran support-resistance 2.645-2.715. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads