IPO Pertamina Maksimal 5 Th Lagi
Selasa, 13 Nov 2007 08:33 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana melepas Pertamina ke lantai bursa. Namun para investor tampaknya harus menunggu dalam beberapa saat, karena IPO baru akan dilaksanakan maksimal 5 tahun lagi. Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN Sofyan Djalil di bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, dalam perjalanan menuju Bali, Selasa (13/11/2007). "Paling lama lima tahun lagi. Kita inginnya lebih cepat, tapi banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dulu oleh Pertamina," katanya. Meski sudah menjadi BUMN dengan laba terbesar, bukan berarti Pertamina bisa dengan mudah melenggang ke lantai bursa. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan BUMN minyak itu dulu. Menurut Sofyan, sebenarnya performa Pertamina di sisi hilir sudah bagus, tapi di sisi hilir Pertamina masih banyak yang harus diperbaiki. "Karena perusahaan minyak yang bagus adalah yang besar di sisi hulu, bukan di hilir. Contohnya PetroChina, setelah go public, dia menjadi perusahaan terbesar," katanya. Mengenai besaran porsi yang di-IPO-kan, Sofyan belum bisa mengira-ngira karena ada berbagai macam tujuan IPO. "Kalau untuk mencari modal dan untuk Good Corporate Governance kan beda. Untuk Good Corporate Governance mungkin tidak terlalu banyak," ujarnya. Kajian mengenai pelepasan BUMN terbesar itu juga harus mempertimbangkan kemampuan investor domestik. Karena pemerintah ingin pasar modal diramaikan investor dalam negeri, tetapi kemampuan yang terbatas membuat sebagian besar saham perusahaan Indonesia dikuasai asing.
(lih/qom)











































