HRTA Kejar Rp 70 Triliun, JTPE Bagi Dividen dan ALDO Buyback

HRTA Kejar Rp 70 Triliun, JTPE Bagi Dividen dan ALDO Buyback

- detikFinance
Kamis, 04 Jun 2026 08:29 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
HRTA Kejar Rp 70 Triliun, JTPE Bagi Dividen dan ALDO Buyback
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (3/6) di zona negatif setelah turun 4,11% ke level 5.941,07. Saham CASA, DSSA, dan BYAN menjadi penopang utama pergerakan indeks, sedangkan tekanan terbesar datang dari BBCA, BBRI, dan AAMN.

Data perdagangan menunjukkan investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp864,07 miliar di pasar reguler. Sementara itu, aksi jual bersih di seluruh pasar mencapai Rp993,29 miliar.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor saham ditutup melemah, dengan sektor industri dasar menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam sebesar 9,05%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sentimen eksternal juga belum banyak membantu pergerakan pasar. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah dengan indeks Dow Jones turun 1,21%, S&P 500 terkoreksi 0,74%, dan Nasdaq turun 0,89%.

Selain itu, instrumen offshore Indonesia masih bergerak terbatas, tercermin dari ETF EIDO yang turun 4,99% dan MSCI Indonesia yang melemah 4,10%.

ADVERTISEMENT

Berita Emiten

  1. Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

HRTA menetapkan target pertumbuhan yang cukup tinggi pada 2026. Perusahaan membidik pendapatan sebesar Rp70 triliun atau meningkat signifikan dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai Rp44,55 triliun. Laba bersih juga ditargetkan berada di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp979,6 miliar.

Untuk mendukung target tersebut, HRTA menargetkan produksi dan penjualan emas murni mencapai 25 ton hingga akhir 2026. Perseroan juga meningkatkan kapasitas pabrik terintegrasi dari 48 ton menjadi 60 ton per tahun.

Kapasitas tersebut terdiri atas 30 ton untuk produksi perhiasan dan bullion serta 30 ton untuk kegiatan pemurnian emas. Langkah ini dilakukan guna mengakomodasi peningkatan permintaan sekaligus memperkuat kapasitas produksi perusahaan.

  1. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE)

JTPE memutuskan membagikan dividen tunai final sebesar Rp31 per saham untuk tahun buku 2025. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp210,62 miliar atau setara sekitar 59,93% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Besaran dividen tersebut telah memperhitungkan pelaksanaan pembelian kembali saham yang dilakukan perusahaan sepanjang Desember 2025 hingga Maret 2026 dengan total 57,72 juta saham. Adapun jadwal cum dividen ditetapkan pada 9 Juni 2026, sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 26 Juni 2026.

Pembagian dividen ini ditopang oleh pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2025. Pendapatan JTPE meningkat 31,54% secara tahunan menjadi Rp2,78 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 47,69% menjadi Rp351,45 miliar. Laba per saham juga meningkat menjadi Rp51,29 dibandingkan Rp34,73 pada tahun sebelumnya.

  1. Alkindo Naratama Tbk (ALDO)

ALDO berencana melaksanakan program pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp10 miliar. Dana untuk aksi korporasi tersebut akan berasal dari kas internal perusahaan.

Per akhir Maret 2026, ALDO memiliki saldo kas sebesar Rp53,74 miliar. Jika seluruh dana buyback digunakan, saldo kas perseroan diperkirakan menjadi sekitar Rp43,74 miliar. Perusahaan juga memperkirakan total aset dan ekuitas akan menyesuaikan seiring pelaksanaan program tersebut.

Mengacu pada ketentuan yang berlaku, jumlah saham yang dapat dibeli kembali dibatasi maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham treasuri yang telah dimiliki perusahaan.

Hingga 31 Maret 2026, ALDO tercatat memiliki saham treasuri sebanyak 5,30 juta lembar atau sekitar 0,20% dari total saham beredar. Program buyback direncanakan berlangsung mulai 24 Juni 2026 hingga 23 Juni 2027.

Dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar masih akan tertuju pada pergerakan nilai tukar rupiah, perkembangan kondisi pasar keuangan global, serta potensi perubahan aliran dana asing yang dipengaruhi evaluasi sejumlah indeks global.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • MSIN - Buy 448-450 | TP 466-474 | SL 426

  • SICO - Buy 108-110 | TP 112-114 | SL 103

  • BREN - Buy 4100-4130 | TP 4220-4330 | SL 3900

  • KPIG - Buy 91-93 | TP 96-98 | SL 87

  • BMRI - Buy 3950-3970 | TP 4000-4050 | SL 3850

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads