BEI Tepis Kabar Pasar Modal RI Turun Kasta

BEI Tepis Kabar Pasar Modal RI Turun Kasta

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2026 15:31 WIB
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal kabar MSCI menurunkan status pasar modal RI ke Frontier Market. Kabar tersebut beredar luas di sejumlah platform media sosial beberapa waktu terakhir.

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kabar tersebut beredar dari sebuah tangkapan layar berlogo MSCI. Dalam tangkapan layar tersebut, MSCI disebut menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Frontier Market dari sebelumnya Emerging Market.

"Kemarin kita ikuti bersama ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar, seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di Frontier Market, yang ternyata itu adalah informasi yang salah," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jeffrey meyakini MSCI tidak akan menurunkan kelas pasar modal Indonesia. Ia juga mengimbau para investor untuk kembali memastikan informasi yang didapat melalui media sosial sebelum mengambil keputusan investasi.

ADVERTISEMENT

"Kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di Emerging Market. Sekali lagi saya sampaikan, dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi Indonesia akan tetap di Emerging Market," tegasnya.

Jeffrey menambahkan, fundamental pasar modal Indonesia masih tetap kuat. Sepanjang periode 2025, perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 21%. Sementara pada kuartal I -2026, perusahaan tercatat dalam papan utama LQ45 membukukan pertumbuhan laba bersih hampir 30%.

"Ya, kalau kita lihat di tahun 2020 hanya ada 63% perusahaan tercatat membukukan laba bersih. 2021-2025 itu persentasenya antara 73% sampai 76% perusahaan yang membukukan keuntungan. Kuartal pertama tahun 2026 80% membukukan laba bersih. Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik," pungkasnya.

Simak juga Video 'Danantara Nimbrung di Pertemuan MSCI-OJK':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads