Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi hingga penutupan perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2025). Indeks saham Garuda diketahui sempat turun ke level terendah di posisi 5.600-an sebelum bangkit kembali.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG saat ini melemah 1,70% ke level 5.839,78 di penutupan perdagangan. Pada awal perdagangan, Indeks saham Garuda diketahui sempat melemah lebih dari 5% ke level 5.644,23.
Hingga penutupan perdagangan, volume perdagangan tercatat sebanyak 39,66 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 25,52 triliun. Sementara frekuensi saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 2.291.858 kali hingga penutupan perdagangan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan pergerakan IHSG, papan perdagangan utama LQ45 juga tercatat melemah 1,37%. Hingga penutupan perdagangan, tercatat sebanyak 623 saham melemah, 106 saham menguat, dan 85 saham stagnan.
Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, IHSG tercatat melemah hingga 32,46%. Indeks LQ45 juga melemah 31,38% sepanjang periode yang sama.
Hingga penutupan perdagangan, sejumlah saham konglo mengalami koreksi yang cukup dalam. Milik Prajogo Pangestu misalnya, PT Chandra Asri pacific Tbk (TPIA) melemah 14,86% ke harga Rp 1.375 per saham.
Emiten afiliasi Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), juga tercatat melemah 12,60% ke harga Rp 1.700 per saham. Saham milik Hapsoro PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) juga terkoreksi sebesar 8.97% ke harga Rp 660 per saham.
Simak juga Video 'IHSG Terjun Jelang Penutupan, Apa Sebab Utamanya?':
(acd/acd)










































