Pefindo: Prospek 4 Industri di 2008 Masih Stabil

Pefindo: Prospek 4 Industri di 2008 Masih Stabil

- detikFinance
Selasa, 13 Nov 2007 14:24 WIB
Jakarta - Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), memperkirakan outlook atau prospek 4 industri yakni perbankan, perusahaan pembiayaan, properti dan telekomunikasi di tahun 2008 masih dalam kategori stabil.Pemaparan tersebut disampaikan Direktur Pefindo, Salyadi Saputra,dalam acara Pefindo Forum bertajuk "Industri Penerbit Obligasi Terbesar & Outlook 2008", di Hotel Intercontinnental, Jakarta, Selasa (13/11/2007)."Prediksi pertumbuhan tahun 2008 mungkin melambat bila dibandingkan 2007. Namun, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan, sehingga masih bisa dikategorikan stabil," kata Salyadi.Sementara faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi 2008 antara lain pemilu dan laju inflasi yang diakibatkan masih tingginya harga minyak. Akan tetapi pertumbuhan infrastruktur seperti listrik dan jalan tol akan tetap tumbuh.Dalam industri perbankan, faktor yang mempengaruhi secara positif adalah posisi bank yang menguat didorong oleh membaiknya sistem perbankan dari BI. Hambatannya adalah liquidity & maturity mismatch, serta tingkat pertumbuhan profit yang terbatas.Industri perusahaan pembiayaan didorong faktor positif membaiknya kapitalisasi dan marjin yang relatif stabil. Industri properti didorong faktor positif tingginya permintaan (demand) perumahan dan menguatnya market position. Hambatannya adalah ketatnya kompetisi dan sensitivitas terhadap perubahan ekonomi.Sementara industri telekomunikasi juga berkembang positif didorong faktortingginya pertumbuhan pelanggan, namun masih dihambat oleh risiko investasi dalam nilai besar karena fluktuasi mata uang.Salyadi menambahkan, pada tahun 2007 Pefindo menaikkan peringkat atau upgrade terhadap 27 perusahaan, dan 1 perusahaan diturunkan peringkatnya atau downgrade."Prediksi 2008, beberapa perbankan akan di-upgrade, namun yang akan di-downgrade masih belum telihat," ujar Salyadi. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads