Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (5/6). Meski sempat menguat pada awal perdagangan, indeks saham Garuda saat ini terkapar pada level 5.500-an.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 4,20% ke level 5.594,76 hingga penutupan perdagangan. Berbalik arah setelah menguat pada level 5.860,67 di awal pembukaan perdagangan.
Hingga akhir sesi perdagangan, tercatat volume perdagangan sebanyak 37,41 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 31,46 triliun. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 2.194.550 kali hingga penutupan perdagangan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, indeks utama LQ45 juga terkoreksi signifikan sebesar 3,99% ke level 557,745. Terdapat 626 saham melemah, 108 saham menguat, dan 81 saham bergerak stagnan.
Jika ditarik sepanjang perdagangan 2026, IHSG melemah hingga 35,30%. Sementara itu, indeks saham RI juga tercatat mengalami tren net foreign sell sebesar Rp 57,63 triliun sepanjang perdagangan 2026.
Terdapat dua saham big banks yang terkoreksi dalam hari ini, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 6,45% ke harga Rp 5.075 per saham dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang terkoreksi 6,14% ke harga Rp 3.210 per saham.
Selain itu, saham afiliasi Hashim Djojohadikusumo juga terkoreksi hingga auto reject bawah (ARB) hingga 15% ke harga Rp 1.445 per saham. Emiten anak usaha PT Pertamina (Persero), yakni PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) juga melemah 11,63% ke harga Rp 1.520 per saham.
(ahi/ara)










































