Pesona Reksa Dana Saham di 2008 Belum Pudar
Selasa, 13 Nov 2007 14:43 WIB
Jakarta - Reksa dana saham masih akan menjadi primadona di tahun 2008. Meski pertumbuhannya tidak sekencang 2007, pesona reksa dana saham belum akan pudar.Tahun ini pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana sudah lebih dari 50%, melesat jauh dibanding reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang.Demikian disampaikan Senior Advisor CAM, John Budi Harsana disela-sela acara peluncuran reksa dana Cipta Balance, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2007)."Reksa dana saham tahun depan tetap akan lebih menarik dibanding fixed income. Tapi meskipun prospeknya masih menjanjikan, pertumbuhan yield reksa dana saham tahun depan tidak akan setinggi tahun ini," kata John.Menurut John, tingkat imbal hasil (yield) reksa dana saham tahun ini mencapai lebih dari 50% seiring tingginya pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun pertumbuhan IHSG tahun depan diprediksi hanya naik 15-20%.John juga memprediksi reksa dana obligasi dan pasar uang akan terus ditinggalkan investor yang beralih ke reksa dana campuran dan saham karena memberikan imbal hasil yang lebih tinggi."Sebagian akan masuk ke reksa dana campuran karena tidak semua orang punya risk appetite tinggi," kata John.John juga mengatakan sebaiknya pemerintah jangan dulu menghapus insentif pajak reksa dana. Hal ini karena masih banyak penduduk Indonesia yang belum mengenal reksa dana.
(ir/qom)










































