Begini Janji Purbaya ke Penjual Tahu-Tempe yang Terdampak Penguatan Dolar AS

Begini Janji Purbaya ke Penjual Tahu-Tempe yang Terdampak Penguatan Dolar AS

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 06 Jun 2026 20:55 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke PT Graha Segara di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. PT Graha Segara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keluhan pedagang tahu dan tempe yang terdampak pelemahan rupiah. Menurutnya, pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah agar biaya produksi pelaku usaha turun.

"Yang pertama kita mesti pastikan demand-nya terjaga, jadi ada yang beli. Terus yang kedua kalau rupiahnya menguat kan otomatis cost of production mereka turun," kata Purbaya di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).

Saat ditanya kapan kondisi tersebut bisa membaik, Purbaya mengatakan hal itu bergantung pada keberhasilan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengendalikan nilai tukar. Namun, ia optimistis hasilnya bisa terlihat lebih cepat jika kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tergantung keberhasilan kita mengendalikan nilai tukar, tapi saya rasa akan berhasil dengan kerja sama yang erat antara fiskal dan moneter," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Purbaya tidak menargetkan kapan kebijakan tersebut mulai terasa. Yang jelas, kata dia, perlu kebijakan yang sinkron antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

"Nanti gua bilang Juni ribut tapi kalo kebijakan sinkron seperti ini akan cepat," tuturnya.

Purbaya mengaku telah menerima keluhan pedagang dan produsen tahu-tempe yang keuntungannya tergerus karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ia menyebut pedagang tahu-tempe terpaksa menaikkan harga mengingat adanya kenaikan biaya produksi.

Kenaikan biaya produksi ini terjadi lantaran bahan baku tahu dan tempe, yakni kedelai diperoleh dari impor. Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah menyentuh Rp 18.036 hingga penutupan perdagangan, Jumat (5/6) kemarin.

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka," ungkap Purbaya dalam keterangan persnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2025).

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads