RI Jangan Takut Hot Money

RI Jangan Takut Hot Money

- detikFinance
Selasa, 13 Nov 2007 18:15 WIB
Jakarta - Dana-dana panas atau hot money yang masuk ke pasar modal Indonesia tidak perlu ditakuti. Sebaliknya Indonesia harus bisa memanfaatkan dana-dana tersebut.Saat ini ada sekitar US$ 2,5 triliun hot money yang masuk ke emerging market (pasar negara berkembang) termasuk dana yang mampir ke Indonesia.Dengan hot money akan mendorong menggeliatnya emiten yang masuk ke bursa karena jumlah pembeli yang banyak. Tinggal bagaimana mempertahankan hot money itu melalui peningkatan kinerja agar investor yang punya duit percaya dan betah di Indonesia. "Kita seharusnya tidak boleh takut uang itu akan keluar. Kita harus optimistis, yaitu dengan memberikan return yang bagus, perfomance perusahaan yang baik, dan mencari emiten-emiten baru. Intinya bikin mereka nyaman. Kita harus bikin pasar lebih menarik lagi," kata Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ), Erry Firmansyah disela-sela acara financial bazar Citibank, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/11/2007). Berkaitan dengan masuknya dana asing itu, lanjut Erry, BEJ juga lebih percaya diri mengejar 30 emiten di tahun 2008. "Saat ini yang sounding sudah ada 10-15 perusahaan," kata Erry.Erry juga mengatakan bahwa prospek obligasi tahun 2008 cukup baik. Dengan suku bunga yang rendah jadi lebih bagus buat pemerintah dan emiten."Soal lebih prospek mana antara obligasi SUN dengan korporasi, itu tergantung risk profile-nya. Obligasi pemerintah resiko lebih rendah, tapi return juga lebih kecil. Sebaliknya dengan obligasi korporasi, risiko lebih tinggi, return lebih tinggi. Tapi memang dengan kemampuan negara, orang melihatnya lebih tinggi," tutur Erry. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads