Bush Pede Dolar Menguat Lagi
Rabu, 14 Nov 2007 10:17 WIB
New Albany - Dolar AS terus tertekan hingga ke posisi terendahnya, dipicu oleh krisis kredit perumahan berisiko tinggi atau subprime mortgage yang dikhawatirkan akan melemahkan perekonomian AS.Namun Presiden AS George Walker Bush tetap percaya diri bahwa dolar AS akan tetap menguat. Alasannya, dolar didukung oleh perekonomian AS yang masih kuat."Jika orang melihat kekuatan perekonomian kita, mereka akan menyadari kenapa, Anda tahu, saya percaya bahwa dolar akan lebih kuat lagi," ujar Bush dalam wawancara dengan Fox Business Network dan dikutip oleh AFP, Rabu (14/11/2007). Dolar pada perdagangan kemarin berhasil rebound setelah terjungkal ke posisi terendahnya atas yen. Dolar menguat ke level 110,90, setelah anjlok hingga level 109,41 yen.Namun terhadap euro, dolar AS tetap merosot ke level terendahnya. Euro kembali menguat ke level 1,4600 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4529 dilar. AS kini menghadapi tudingan sengaja membuat mata uangnya lemah. Pengusaha Eropa kini sedang ketar-ketir karena penguatan euro justru bisa menggerus labanya, dan membuat produk mereka kurang kompetitif. Namun Presiden Bush menegaskan, pemerintahnya tetap berkomitmen membuat dolar menguat."Kami memiliki kebijakan dolar yang kuat, dan ini penting untuk diketahui seluruh dunia. Kami juga percaya bahwa penting bagi pasar untuk mengatur nilai dolar relatif terhadap mata uang lainnya," imbuhnya.Saat ditanya apakah dia merasa nyaman dengan posisi dolar AS saat ini, Bush menjawab: "Saya merasa nyaman dengan fakta bahwa kami memiliki kebijakan dolar yang kuat dan tahu bahwa pasar akan mengatur sendiri posisi mata uang itu."
(qom/ir)











































