Produsen Jeli Inaco Mau IPO, Incar Dana Rp 392 Miliar

Produsen Jeli Inaco Mau IPO, Incar Dana Rp 392 Miliar

Heri Purnomo - detikFinance
Minggu, 14 Jun 2026 17:00 WIB
Mini Jelly Inaco
Foto: Inaco
Jakarta -

PT Niramas Utama Tbk (JELI) atau yang lebih dikenal luas dengan Inaco melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Produsen nata de coco, jeli hingga pudding ini dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.

Berdasarkan prospektus awal yang dikutip Minggu (14/6/2026) Inaco menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham. Adapun saham yang ditawarkan antara Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham. Dari situ, perusahaan akan meraup dana sebanyak-banyaknya Rp 392 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 51,04% dari IPO akan digunakan untuk penyertaan modal kepada perusahaan anak yaitu PT NPS dalam bentuk ekuitas. Selanjutnya penggunaan dana tersebut akan digunakan oleh PT NPS untuk belanja modal, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian, pelunasan dan instalasi mesin produksi serta peralatan dan pelengkapan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly Perseroan, guna mendukung peningkatan permintaan domestik dan ekspor.

Kemudian, sekitar 18,36% akan digunakan oleh perseroan untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin yang terdiri namun tidak terbatas pada pembelian, pelunasan dan instalasi mesin produksi, peralatan dan perlengkapan, guna untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik. Penggunaan dana tersebut disebut penggunaan dana level 1.

ADVERTISEMENT

Sekitar 10,63% akan digunakan oleh perseroan untuk pembayaran sebagian pokok utang jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang mana per tanggal 31 Maret 2026 total pokok pinjaman adalah sebesar Rp 94.000.000.000 . Perseroan akan melakukan pembayaran atas sebagian pinjaman jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 kepada Mandiri, sehingga saldo kewajiban perseroan setelah pembayaran akan menjadi Rp 54.000.000.000.

Kemudian, sekitar 19,97% akan digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja, antara lain meliputi namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, serta kegiatan pemasaran guna mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha Perseroan.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads