Saham perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, menguat 20% pada perdagangan penuh pertama di hari Senin (16/6). Pergerakan saham ini bahkan memecahkan rekor di indeks Nasdaq.
Volume perdagangan sebanyak 244 juta saham SpaceX. Sebelumnya, volume perdagangan SpaceX diketahui mencapai lebih dari 500 juta saham di perdagangan Jumat (12/6).
Pada perdagangan Jumat, saham SpaceX ditutup pada harga US$ 161 setelah sebelumnya berada pada level US$ 135 per saham. Hal itu menempatkan SpaceX sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas US$ 2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada perdagangan Senin, saham tersebut naik sekitar US$ 31 menjadi US$ 192,50. Elon Musk menyebut SpaceX berpotensi meraup pendapatan sekitar US$ 1 triliun pada 2030.
"Dan saya akan terkejut jika pendapatan tidak lebih dari $1 triliun pada tahun 2031," ungkap Musk dikutip dari CNBC, Selasa (16/6/2026).
Pada perdagangan Jumat, Center for Financial Research and Analysis (CRFA) sempat merekomendasikan jual untuk saham SpaceX dengan target harga 12 bulan sebesar US$ 115. Rekomendasi ini didasarkan pada target ambisius perusahaan, valuasi tinggi, dan kebutuhan modal yang signifikan.
Diketahui, belanja modal (capex) SpaceX dalam tiga bulan pertama tahun 2026 mencapai US$ 10,1 miliar. Angka tersebut membengkak dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar US$ 4,1 miliar.
Sebagian besar capex tersebut dialokasikan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Alhasil, saham SpaceX disebut terlalu mahal berdasarkan analisis Morningstar.
Sementara itu, dosen keuangan Bayes Business School, Paulina Roszkowska, mengatakan terlalu banyak janji yang diberikan SpaceX yang perlu diubah menjadi arus kas. Pasalnya, tidak ada tata kelola risiko dalam prospektus initial public offering (IPO) SpaceX.
"Selain ungkapan-ungkapan tentang pusat data di orbit, yang merupakan janji-janji muluk, jika Anda meminta kontribusi sebesar US$ 70, US$ 80 miliar, saya rasa Anda berutang lebih dari sekadar kata-kata indah kepada para investor," kata Roszkowska.
Meski begitu, terdapat ruang optimisme yang menyebut target harga SpaceX di level US$ 165 dalam 20 hingga 25 tahun ke depan. Analis senior NewStreet Research, James Ratzer, menyebut SpaceX memiliki sejumlah keunggulan untuk 10 tahun ke depan.
"Jika Anda melihat SpaceX dan upaya yang dibutuhkan untuk sukses dengan Starlink pada pusat data orbital yang terhubung langsung ke sel, semuanya harus bergantung pada keberhasilan peluncuran, dan jika Anda melihat apa yang mereka bangun dengan Starship, keuntungan yang akan mereka miliki dengan itu, massa yang dapat mereka tempatkan di orbit adalah keuntungan yang sangat besar," kata Ratzer.
(ahi/ara)










































