Rights Issue Barito Pacific Rp 9 Triliun Disetujui
Jumat, 16 Nov 2007 11:03 WIB
Jakarta - Pemegang saham, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyetujui penawaran umum terbatas (rights issue) perseroan yang untuk pertama kalinya senilai Rp 9,161 triliun."Disetujui karena itu rencana bagus," kata Komisaris Utama Barito, Prajogo Pangestu, usai RUPSLB di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (16/11/2007).RUPSLB untuk pengesahan rights issue ini sempat tertunda dari jadwal semula 8 November 2007 karena ketika itu belum mendapat pernyataan efektif dari Bapepam LK.Perseroan akan melakukan rights issue sebanyak 4,362 miliar saham dengan nilai nominal Rp 1.000 dan harga penawaran Rp 2.100 per saham. Sehingga total dana yang didapat mencapai Rp 9,161 triliun.Setiap pemegang 3 saham Barito akan mendapatkan 5 saham rights issue. Jika rights issue ini tidak terserap, akan diambil oleh Magna Resources Corporation Pte Ltd, perusahaan yang berbasis di Singapura yang dikabarkan milik Prajogo.Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue akan mengalami dilusi saham hingga 62,5 persen.Dana hasil rights issue akan digunakan untuk tambahan pembelian saham PT Inter Petrindo Inti Citra (IPIC) di Chandra Asri sebesar 14,62 persen.Sebesar 73,33 persen untuk membeli saham Strategic Investment Holding Ltd di Chandra Asri. Sebesar 11,03 persen untuk membeli seluruh saham Mckinley Investment Holding Ltd pada Marigold Resources. Marigold merupakan pemegang saham di Chandra Asri.Sedangkan sisa dana sebesar 1,02 persen digunakan untuk tambahan modal kerja perseroan.Agenda dalam RUPSLB kali ini adalah, penambahan modal melalui penawaran saham baru, pembelian 70% saham Chandra Asri, penyelesaian utang anak usaha, perubahan anggaran dasar. Sementara susunan pengurus baru Barito saat ini adalah: Komisaris Utama Prajogo Pangestu. Anggota komisaris: Harlina Tjandinegara, Anton BS Hudayana, FX Soedibyo. Komisaris Independen: Didi Achdijat dan Didi Andries.Direktur Utama: Loeki Sundjaja Putera. Wakil Direktur Utama: Agus Salim Pangestu. Direktur: Simon Simansjah, Salwati Agustina dan Henky Susanto. RUPSLB juga menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 27,9 triliun setelah efektifnya penawaran umum terbatas I.
(ir/qom)











































