Enam Kritik Tajam MSCI buat Bursa Saham RI

Enam Kritik Tajam MSCI buat Bursa Saham RI

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2026 06:34 WIB
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026) setelah dua hari tertekan. Rebound pasar terjadi seiring pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Ilustrasi.Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Penyedia indeks saham global, MSCI, memberikan penilaian soal kondisi bursa saham Indonesia. Berdasarkan laporan berjudul MSCI 2026 Global Market Accessibility Review, terdapat enam kritik MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

Pertama, kesetaraan hak bagi investor asing karena Informasi perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia dianggap tidak selalu tersedia secara mudah dan lengkap dalam bahasa Inggris.

Kedua, terbatasnya transaksi efek menggunakan valuta asing (valas) lantaran belum terdapat pasar mata uang offshore yang efisien dan masih terdapat sejumlah pembatasan di pasar valas domestik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga, investor asing tidak diperbolehkan mengakses fasilitas overdraft. Keempat, MSCI juga menyoroti fleksibilitas transfer aset dalam bentuk saham yang hanya diperkenankan dalam kondisi tertentu.

Kelima, terbatasnya akses peminjaman saham atah stock lending dengan jangka waktu maksimal 90 hari. Keenam, pembatasan skema perdagangan short selling.

ADVERTISEMENT

"Masalah terkait kelayakan investasi masih ada akibat keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga yang wajar. Informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris," tulis MSCI dalam laporannya, Jumat (19/6/2026).

Meski demikian, pasar modal Indonesia masih berada dalam kategori Emerging Market. Adapun MSCI akan mengumumkan hasil peninjauan tahunan klasifikasi pasar modal atau MSCI Annual Market Classification Review pada 23 Juni mendatang.

"Informasi mengenai pasar tersebut akan tersedia pada 23 Juni 2026, bersamaan dengan pengumuman MSCI 2026 Annual Market Classification Review," terang MSCI.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads