IHSG Menguat Usai MSCI Pertahankan Status Emerging Market RI

IHSG Menguat Usai MSCI Pertahankan Status Emerging Market RI

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 24 Jun 2026 09:16 WIB
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. AN
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat usai MSCI mempertahankan status pasar modal Indonesia di Emerging Market hari ini, Rabu (24/6/2026). Indeks saham Garuda itu bergerak pada level 6.100-an.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG menguat 0,76% ke level 6.147,68 pada pembukaan sekitar pukul 09.01 WIB. IHSG diketahui ditutup melemah 0,25% ke level 6.101,33 pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (23/6).

Tercatat volume perdagangan sebanyak 775,56 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp 532,62 miliar pada awal pembukaan pagi ini. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 62.052 kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejalan dengan IHSG, papan perdagangan utama LQ45 juga bergerak menguat 0,79% ke level 603.148. Ada sebanyak 287 saham menguat, 108 saham melemah, dan 223 saham stagnan.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, MSCI mempertahankan status pasar modal Indonesia Emerging Markets. Di kawasan Asia-Pasifik (APAC), Indonesia sejajar dengan pasar modal China, India, Korea, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand. Dalam pengumuman tersebut, MSCI juga mengakui reformasi pasar modal yang dilakukan oleh Self-Regulatory Organization (SRO).

Reformasi pasar modal yang diakui mencakup peningkatan keterbukaan informasi mengenai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), dan kenaikan free float menjadi 15%.

Meski begitu, MSCI memperingatkan masih adanya kekhawatiran investor institusi global terkait kelayakan investasi di pasar modal Indonesia. Kekhawatiran ini mencakup struktur kepemilikan saham dan indikasi praktik perdagangan terkoordinasi.

"Kedua masalah tersebut secara signifikan membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya dan mengandalkan harga pasar yang teramati dalam penyusunan portofolio serta replikasi indeks," tulis MSCI dalam pengumumannya, Rabu (24/6/2026).

Simak juga Video 'Apa yang Bikin IHSG Terbang Dalam Beberapa Hari Terakhir?':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads