PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) akan mendapat tambahan investor dalam aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement yang tengah disiapkan perusahaan.
Salah satu investor yang akan berpartisipasi adalah pengusaha nasional, Sandiaga Salahuddin Uno. Investasi tersebut dilakukan melalui PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya.
PT Samala Serasi Utama merupakan perusahaan investasi yang terafiliasi dengan Sandiaga Uno bersama mitra bisnisnya, Tsamanov.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Sandiaga Uno, aksi korporasi ini juga akan diikuti oleh investor strategis lainnya, yakni Ridzki D Kramadibrata. Ridzki sebelumnya pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer Grab Indonesia dan Chief Operating Officer AirAsia Indonesia.
Masuknya investor baru tersebut dilakukan di tengah upaya MUTU memperluas bisnisnya di sektor testing, inspection, certification, verification and assurance (TICVA).
Menurut Sandiaga Uno, kebutuhan layanan sertifikasi, verifikasi, dan assurance diperkirakan terus meningkat seiring tuntutan industri terhadap aspek keberlanjutan, transparansi, dan tata kelola perusahaan.
"Kami melihat MUTU sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di Indonesia..." ujar Sandiaga Uno.
Perusahaan melihat sejumlah peluang pertumbuhan baru, termasuk di sektor sertifikasi halal dan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B).
Kebutuhan sertifikasi halal dinilai terus meningkat seiring besarnya pasar domestik Indonesia. Di sisi lain, industri F&B nasional juga membutuhkan layanan sertifikasi dan inspeksi untuk mendukung daya saing produk di pasar dalam dan luar negeri.
Selain itu, MUTU juga mengembangkan bisnis di sektor karbon. Perusahaan merupakan Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk kegiatan validasi dan verifikasi dalam skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Dengan posisi tersebut, MUTU membidik peluang dari pengembangan pasar karbon dan agenda dekarbonisasi yang tengah berjalan di Indonesia.
Masuknya investor baru dinilai menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperkuat permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis di sektor sertifikasi, assurance, sertifikasi halal, dan pasar karbon.
(fdl/fdl)










































