Rupiah Lunglai di 9.335/US$

Rupiah Lunglai di 9.335/US$

- detikFinance
Senin, 19 Nov 2007 17:31 WIB
Jakarta - Pasar valas dalam negeri belum menunjukkan tanda-tanda penguatan terhadap rupiah. Mata uang lokal ini terbawa arus pelemahan dolar AS, saat mata uang lainnya malah menguat terhadap dolar AS.

Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (19/11/2007) rupiah melemah 20 poin ke posisi 9.335 per dolar AS.

Pelaku pasar melihat penurunan rupiah ini anomali karena justru saat ini mata uang global sedang menikmati pelemahan dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan, BI siap-siap berada di pasar, supaya jangan menimbulkan kepanikan karena investor salah perhitungan. Diakuinya saat ini fundamental ekonomi baik, tapi karena ada yang panik dalam jual beli transaksi.

"Policy BI menjaga apabila ada penguatan atau pelemahan jangan terlau cepat karena akan membingungkan pasar. Oleh karena itu BI jaga fluktuasi agar nilai tukar agar bergerak tidak liar," katanya usai rapat denagn Komisi XI DPR, di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2007).

Hartadi juga mengakui, hari ini BI tidak melakukan intervensi di pasar seperti Jumat pekan lalu (16/11/2007).

"Tapi kayaknya tidak, karena rupiah bergerak di bawah 9.300 dan kelihatannya tidak menunjukkan kepanikan. Kelihatannya kepanikan sudah reda," ujar Hartadi.

Diakuinya, BI lebih suka rupiah yang cenderung menguat, sejalan dengan kondisi fundamental. "Hal yang aneh kalau fundamental menguat malah rupiah melemah, penguatan rupiah akan meredam inflasi karena kenaikan harga minyak dan komoditi lainnya," tutur Hartadi.

(ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads