Harga saham grup Banpu Public Company Ltd asal Thailand ini, dinilai terlalu mahal oleh investor melebihi harga emiten tambang yang sudah eksis seperti Bumi Resources yang pada penutupan sesi I, Selasa (20/11/2007) harganya Rp 4.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Rp 9.800, atau pendatang baru Darma Henwa Rp 590 per saham.
"Ya karena kita punya value yang tinggi dan harga batubara pun lagi naik jadi kita menawarkan dengan harga yang sepadan," kata Finance Director PT ITM, Edward Manurung, dalam paparan publik di Hotel Shangri-la, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (20/11/2007)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan menargetkan dana yang dihimpun lewat IPO mencapai US$ 270-300 juta. Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha di bidang pertambangan batubara dan pembangkit listrik (70%) dan kebutuhan umum perseroan termasuk untuk pelunasan utang (30%).
"Kita juga punya rencana untuk akuisisi tambang tapi masih dalam tahap penjajakan," ujar Edward.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT UBS Securities Indonesia. Saham perusahaan pertambangan ini rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 17 Desember 2007. Masa penawaran awal dilakukan 20-30 Novmber. Penwaran ke publik diharapkan akan berlangsung pada 10-12 Desember, dengan tanggal efektif 7 Desember 2007.
(ir/qom)











































