"Obligasi yang akan diterbitkan berkisar antara Rp 300-500 miliar dan kemungkinan akan dilakukan pada triwulan I-2008," kata Direktur Keuangan BFI Cornellius Henry usai paparan publik di Gedung BEJ, Jakarta (20/11/2007).
Tahun depan, BFI menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 25% dari proyeksi pembiayaan 2007 sebesar Rp 2,3 triliun. "Jadi total pendanaan yang dibutuhkan BFI tahun 2008 hampir Rp 3 triliun," kata Henry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pinjaman bank dalam negeri mungkin akan sekitar Rp 500 miliar yang akan diperoleh melalui bank BII, Danamon, Bumiputera, Permata dan sebagainya," kata Henry.
Sementara untuk pinjaman luar negeri jumlahnya berkisar antara US$ 30-50 juta dari Singapura dan Hongkong. Dari target pembiayaan tahun depan tersebut, BFI memproyeksikan pertumbuhan laba bersih sebesar 15% pada 2008.
Sampai triwulan III-2007 BFI membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 33% menjadi Rp 52,6 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 39,6 miliar. Sepanjang sembilan bulan tahun 2007 total pembiayaan yang disalurkan BFI sebesar Rp 1,842 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 995 miliar.
"Pertumbuhan pembiayaan baru selama 9 bulan ini, 87,5% untuk pembiayaan mobil dan 71,8% untuk sewa guna usaha." kata Francis.
Per September 2007 alokasi pembiayaan BFI adalah 85% untuk mobil dan 15% untuk sewa guna usaha. (dro/ard)











































