Kedua saham unggulan ini menyeret pelemahan IHSG yang cukup dalam karena aksi jual yang dilakukan para pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa (20/11/2007), IHSG melorot 21,951 poin (0,83%) ke posisi 2.624,862.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut analis saham BNI Securities Alfatih, meski koreksi saham TLKM dan ISAT merupakan faktor utama penurunan indeks, turunnya IHSG juga disebabkan oleh sentimen negatif bursa regional dan koreksi terhadap saham-saham pertambangan
Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 72.900 kali, dengan volume 4,167 miliar unit saham, senilai Rp 8,588 triliun.
Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 64 saham naik, 134 saham turun dan 47 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Indosat (ISAT) turun Rp 400 menjadi Rp 8.000, Telkom (TLKM) turun Rp 350 menjadi Rp 10.100, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.650, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 200 menjadi Rp 6.900, dan Timah (TINS) turun Rp 50 menjadi Rp 22.900.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 200 menjadi Rp 4.425, Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 24.050 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 3.500.
(ir/qom)











































