Dari jumlah unit trust yang diterbitkan sebesar 1.060.414.000 itu, sebesar 27,1% atau 287,695 juta diambil Lippo Strategic, sedangkan Mappletree LM, Pte (MIPL) memiliki 127,250 juta unit atau 12 persen. Selebihnya 60,9 persen atau sebanyak 645,469 juta dengan yield 7,3 persen dan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX) pada 19 November 2007 jam 14.00.
"Nilai IPO ini merupakan terbesar kedua dalam tahun 2007 ini yang terjadi di Singapura REIT dan juga terbesar kedua REIT yang listing di bursa efek Singapura (SGX)," kata Viven G Sitiabudi, CEO LMIRT Manager dalam siaran pers, Selasa (20/11/2007).
Untuk mengelola LMIR Trust ini, Lippo Karawaci dan Mapletree telah membuat perusahaan patungan Lippo-Mapletree Indonesia Retail Trust Management, dengan komposisi 60 persen untuk Lippo Karawaci dan 40 persen dimiliki oleh Mapletree.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Portofolio dari LMIR Trust yang mulai diperdagangkan pada 19 November 2007 di SGX terdiri dari 7 Mal ritel dan 7 area ruang ritel kepunyaan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) yaitu terdiri dari Mall WTC Matahari (Serpong), Metropolis Town Square (Tangerang), Depok Town Square, Java Supermal (Semarang), Plaza Madiun, dan Grand Palladium (Medan).
Sebagai sponsor sekaligus manager REIT, Lippo Karawaci akan memperoleh dua pendapatan tambahan, pertama dalam bentuk management Fee yang menjadi sumber pendapatan baru dalam meningkatkan reccuring income (pendapatan berkesinambungan).
"LMIR Trust ini sangat bernilai strategis bagi Lippo Karawaci sebagai platform untuk pengembangan mal-mal nya di masa datang yang menguntungkan sehingga menjadi perusahaan properti pertama di Indonesia yang menerapkan Asset Light Strategy yaitu strategi perusahaan untuk mencapai Return On Invesment (ROI) lebih tinggi," tutur Vivien.
Dari hasil penawaran IPO yang ditutup pada 15 November 2007, telah terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,3 kali untuk investor ritel dan 1,6 kali untuk investor lembaga.
Sementara itu, Tan Boon Leong, COO Mapletree LM (MPIL) mengatakan bahwa unit trust dari LMIR Trust sangat begitu atraktif karena dibelakangnya mempunyai dua aspek yang sangat kuat. Pertama adalah kekuatan manajemen dari LMIR itu sendiri yang telah mempunyai reputasi di properti khususnya bidang ritel. Kedua, adalah kualitas aset-aset yang menjadi pendukungnya seperti mempunyai lokasi strategis di dalam kota-kota besar di Indonesia dengan jangkauan pembeli menengah ke atas. Hal itu juga didukung oleh pertumbuhan yang cukup siginifikan terhadap populasi serta daya beli kelas itu di masa yang akan datang. (ir/qom)











































