Saham perbankan menjadi sasaran investor untuk melakukan aksi profit taking karena dinilai harganya sudah naik tajam. Investor menjual saham perbankan untuk berburu saham energi karena tingginya harga minyak dunia yang kini mencapai US$ 99 per barel.
Pada penutupan sesi siang, Rabu (21/11/2007), IHSG masih terpuruk 39,470 poin (1,5%) ke posisi 2.585,392.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 7.400, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 150 menjadi Rp 6.750, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 125 menjadi Rp 3.375, dan Bank Niaga (BNGA) turun Rp 30 menjadi Rp 870.
Sebaliknya saham pertambangan dan energi mengkilap di top gainer menikmati berkah kenaikan harga minyak seperti, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 150 menjadi Rp 4.450, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 100 menjadi Rp 4.525 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 15.950.
Saham Indosat ikut naik Rp 250 menjadi Rp 8.250 dan Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 10.150 setelah pada perdagangan Selasa kemarin (20/11/2007) terkapar karena terkena sentimen putusan KPPU terhadap Temasek.
Harga minyak yang tinggi juga makin membuat posisi rupiah tertekan yang pada perdagangan pukul 12.00 WIB, Rabu (21/11/2007) turun 30 poin ke level Rp 9.375 per dolar AS. Mahalnya harga minyak akan membuat Pertamina berburu dolar lebih banyak untuk keperluan impornya.
(ir/qom)











































