Pelaku pasar khawatir tingginya harga minyak yang mendekati US$ 100 per barel akan membuat ekonomi dunia keteteran karena membengkaknya ongkos produksi dan transportasi.
Pada penutupan perdgangan saham Rabu (21/11/2007) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbanting 61,241 poin (2,33%) ke level 2.563,621.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 61.967 kali, dengan volume 2,979 miliar unit saham, senilai Rp 6,188 triliun. Sebanyak 34 saham naik, 178 saham turun dan 41 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 10.750 menjadi Rp 97.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.050 menjadi Rp 23.000, Timah (TINS) turun Rp 700 menjadi Rp 22.200, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 450 menjadi Rp 7.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 3.350 dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 150 menjadi Rp 6.750.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer adalah, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 15.950, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 50 menjadi Rp 4.350 dan Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 25 menjadi Rp 4.450.
(ir/qom)











































