"Investasinya US$ 400 juta dengan kapasitas 250 MMSCFD," kata Dirut PGN Sutikno di kantor kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (21/11/2007).
Dana tersebut kata Sutikno tidak mungkin ditanggung oleh PGN semua. "Kita lihatlah kalau misalkan nanti joint dengan PLN lebih ringan kan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang jadi masalah kata Sutikno harga tanah di Gresik sudah mahal sehingga alternatifnya adalah Gresik atau Tuban.
"Ya kita lihat nanti. Ini kan proyek jangka panjang, saya kira kalau energi itu semakin dibutuhkan ya pasokan gas di Jawa Timur harus bagus," katanya.
Nantinya sumber gas itu akan didatangkan dari Bontang atau BP Tangguh. "Sumber gasnya saat ini baru kita membuka negosiasi dengan Bontang dan BP Tangguh, tunggu kepastiannya," ujarnya.
Menneg BUMN, lanjut Sutikno, masih melakukan koordinasi dan memanggil PLN dan BP Migas untuk membicarakan masalah negosiasinya.
Utang ke Pemerintah
Sementara mengenai utang PGN ke pemerintah menurut Sutikno angkanya mencapai Rp 127 miliar. Jika dikonversi ke saham dengan nominal Rp 500 total maka sahamnya menjadi 240 juta lembar atau 5,26 persen dari seluruh saham yang beredar.
"Sudah dibicarakan tapi urusan pelepasan saham ke pasar itu urusan pemerintah, kita tidak tahu," kata Sutikno.
(ir/qom)











































