Pada perdagangan Kamis (22/11/2007), rupiah dibuka langsung melorot hingga level 9.420 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.375 per dolar AS.
Pengamat valas Tony Maryano mengatakan, investor asing kini sedang melakukan penyeimbangan risiko dengan melepas portofolio asetnya dalam rupiah. Investor asing yang semula memburu investasi dengan imbal hasil tinggi, termasuk di Indonesia kini mulai melakukan penyeimbangan dengan melepas portofolionya.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia juga dikhawatirkan akan memicu permintaan dolar yang besar, terutama dari Pertamina.
Sementara di pasar global, dolar AS kian terpuruk di posisi terendahnya atas euro setelah Bank Sentral AS mengeluarkan peringatan akan melambatnya perekonomian AS pada tahun 2008 dan ancaman inflasi.
Di New York, euro pada perdagangan kemarin sempat melonjak hingga 1,4870 dolar, sebelum akhirnya ditutup pada 1,4854 dolar dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1,4836 dolar.
Dolar AS juga kalah melawan yen di posisi 108,38 yen, dibandingkan sebelumnya di level 109,98 yen.
(qom/qom)











































