SINI Rights Issue Rp 3,61 Triliun, NCKL Tebar Dividen Rp 2,69 Triliun

SINI Rights Issue Rp 3,61 Triliun, NCKL Tebar Dividen Rp 2,69 Triliun

- detikFinance
Senin, 06 Jul 2026 08:27 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
SINI Rights Issue Rp 3,61 Triliun, NCKL Tebar Dividen Rp 2,69 Triliun
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada layar laptop dan komputer
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (3/7) dengan kenaikan 2,28% ke level 5.875,78. Penguatan indeks didorong oleh reli saham BBCA, AMMN, dan DCII yang menjadi kontributor utama, sementara pelemahan SMMA, BRPT, dan BYAN sedikit menahan laju kenaikan.

Dari aktivitas investor, asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp16,58 miliar di pasar reguler. Namun secara keseluruhan, investor asing masih membukukan beli bersih senilai Rp6,04 miliar di seluruh pasar.

Penguatan terjadi secara merata di seluruh sektor, dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 3,61%. Di sisi global, perdagangan saham di Amerika Serikat libur memperingati Independence Day.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mulai cairnya dana pengembalian IPO JECX dan JELI dinilai berpotensi menambah likuiditas di pasar domestik. Sentimen tersebut turut tercermin dari kenaikan indeks MSCI Indonesia sebesar 2,82%.

Berita Emiten

  1. PT Anabatic Technologies Tbk. (ATIC)

ATIC mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III). Perseroan akan menawarkan maksimal 578,84 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham, sehingga dana yang berpotensi diperoleh mencapai Rp289,42 miliar.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang empat saham lama berhak memperoleh satu HMETD. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 20%.

Pemegang saham utama, TIS Inc. dengan kepemilikan 37,30%, menyatakan tidak akan menggunakan seluruh haknya dalam aksi korporasi tersebut. Dana hasil PMHMETD akan diprioritaskan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada TIS Inc.

Selain itu, perseroan juga mengandalkan fasilitas pinjaman perbankan dan kas internal sebagai bagian dari strategi pendanaan.

  1. PT Singaraja Putra Tbk. (SINI)

SINI bersiap menggelar PMHMETD I dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,50 juta saham baru pada harga Rp5.000 per saham. Jika seluruh saham terserap, nilai dana yang berpotensi dihimpun mencapai Rp3,61 triliun.

Mayoritas dana, sekitar Rp1,51 triliun atau 41,92%, akan digunakan untuk mengambil alih 99,99% saham Kemilau Mulia Sakti dari Petrosea (PTRO). Selanjutnya, Rp900 miliar dialokasikan untuk pembayaran lebih awal pokok utang, Rp1,18 triliun akan disalurkan sebagai pinjaman kepada entitas anak, sedangkan sekitar Rp10 miliar disiapkan untuk kebutuhan modal kerja.

Perseroan menetapkan rasio HMETD sebesar 2:3. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 60%.

Dari sisi pemegang saham, Autum Prima Indonesia (API) menyatakan akan melaksanakan sebagian HMETD senilai Rp300 miliar dan mengalihkan sisa haknya kepada Deli Indonesia Raya, Henan Putihrai Sekuritas, serta Trimegah Sekuritas Indonesia.

Sementara Batubara Development dan Hapsoro memilih tidak menggunakan haknya dan mengalihkan seluruh HMETD kepada pihak yang telah ditunjuk. Kreasi Jasa Persada juga mengalihkan seluruh haknya senilai Rp712,05 miliar kepada Petrosea yang bertindak sebagai pembeli siaga.

Adapun perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 14-20 Juli 2026.

  1. PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL)

NCKL memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp42,64 per saham atau senilai total Rp2,69 triliun untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan sekitar 30,01% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Keputusan tersebut didukung oleh kinerja keuangan yang bertumbuh sepanjang 2025. Pendapatan perseroan meningkat 9,89% secara tahunan menjadi Rp29,63 triliun, sedangkan laba bersih melonjak 40,32% menjadi Rp8,95 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan harga saham di level Rp860 pada penutupan perdagangan 3 Juli 2026, pembagian dividen tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 4,96%. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 8 Juli 2026, sedangkan pembayaran dividen direncanakan berlangsung pada 31 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • TLKM - Buy 2490-2520 | TP 2540-2590 | SL 2360

  • UNTR - Buy 23600-23800 | TP 24300-24575 | SL 22600

  • ASII - Buy 4780-4800 | TP 4880-4980 | SL 4580

  • AMMN - Buy 3470-3490 | TP 3550-3600 | SL 3310

  • ARCI - Buy 985-1000 | TP 1025-1045 | SL 935

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads