Inflasi Minyak Bisa Ganggu Reksa Dana Saham 2008

Inflasi Minyak Bisa Ganggu Reksa Dana Saham 2008

- detikFinance
Kamis, 22 Nov 2007 15:53 WIB
Jakarta - Pertumbuhan reksa dana saham tahun 2008 dapat terganjal tingginya inflasi jika harga minyak dunia tak kunjung turun. Hal itu juga bisa mengakibatkan peralihan dana kelolaan di reksa dana saham ke reksa dana pendapatan tetap.

Demikian disampaikan Direktur Schroders Investment Management Michael Tjoajadi disela-sela penandatangan kerjasama penjualan reksa dana Schroders dengan PT Bank Lippo Tbk, di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Kamis (22/11/2007).

"Saat ini reksa dana saham lebih besar dari reksa dana pendapatan tetap, tapi ini bisa terganggu dengan tingkat inflasi karena diprediksikan inflasi 2008 di atas 6%," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingginya inflasi dan kecenderungan peningkatan suku bunga menurut Michael juga akan berdampak pada kinerja perusahaan publik. Marjin laba perusahaan akan tertekan oleh biaya produksi akibat tingginya harga minyak.

"Sehingga pertumbuhan laba tidak akan sebesar sebelumnya dan itu berpengaruh terhadap ekspektasi orang terhadap kenaikan harga saham," kata Michael.

Namun, kemungkinan surutnya reksa dana saham menurutnya juga tergantung apakah pemerintah jadi menerapkan pajak ke reksa  dana pendapatan tetap. Jika hal itu jadi diterapkan reksa dana pendapatan tetap juga akan kehilangan pesona.

Michael memprediksi bila harga minyak turun dan inflasi stabil, industri reksa dana tahun depan bisa tumbuh sampai 30%. Namun pertumbuhan industri reksa dana nasional bisa juga negatif jika harga minyak naik. 
(ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads