Menurut Direktur Arpeni Ronald Nangoi dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta, Kamis (22/11/2007), masa kontrak jasa angkutan tersebut berlaku untuk 15 tahun.
"Pembangkit listrk PLTU Tanjung Jati B merupakan kedua terbesar di Indonesia sehingga kebutuhan konsumsi batubaranya cukup besar dan otomatis akan meningkatkan volume angkutan batubara Arpeni secara signifikan. Hal ini akan berdampak pada kenaikan pendapatan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan permintaan jasa angkutan internasioal juga memberi peluang bagi Arpeni untuk memperluas angkutan drybulk di pasaran ekspor," tandasnya. (ard/ir)











































