CBRE Tambah Armada Offshore Senilai US$ 100 Juta, TRIS Mulai Buyback Saham

CBRE Tambah Armada Offshore Senilai US$ 100 Juta, TRIS Mulai Buyback Saham

- detikFinance
Selasa, 07 Jul 2026 08:45 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
CBRE Tambah Armada Offshore Senilai US$ 100 Juta, TRIS Mulai Buyback Saham
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (6/7) di zona positif dengan kenaikan 0,69% ke level 5.916,07. Penguatan indeks terutama didorong oleh kenaikan saham BBRI, DCII, dan BBCA, sementara pelemahan TLKM, AMMN, dan BYAN menahan laju penguatan yang lebih besar.

Meski IHSG menguat, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp163,01 miliar di pasar reguler dan Rp190,90 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, sembilan sektor berakhir di zona hijau. Sektor industrial memimpin kenaikan dengan penguatan 3,61%, sedangkan sektor infrastruktur menjadi sektor dengan koreksi paling besar meski hanya turun tipis 0,05%.

Sentimen eksternal juga cenderung mendukung. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat, dengan indeks Dow Jones naik 0,29%, S&P 500 bertambah 0,72%, dan Nasdaq menguat 1,12%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pasar domestik, perhatian pelaku pasar tertuju pada usulan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyederhanakan aturan Papan Pemantauan Khusus (PPK). Rencana tersebut dinilai dapat memperluas perdagangan saham melalui mekanisme continuous auction, sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas transaksi. Sejalan dengan sentimen tersebut, ETF EIDO naik 3,14%, sedangkan MSCI Indonesia menguat 0,91%.

BEI mengusulkan perubahan ketentuan mekanisme Full Call Auction (FCA) dengan menghapus tiga kriteria dari total sebelas syarat penempatan saham di Papan Pemantauan Khusus (PPK).

ADVERTISEMENT

Ketiga kriteria tersebut meliputi ketentuan mengenai porsi free float, likuiditas perdagangan yang rendah, serta penghentian sementara perdagangan lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas transaksi.

Melalui usulan tersebut, evaluasi saham yang masuk PPK akan lebih menitikberatkan pada kondisi fundamental perusahaan. Jika aturan baru diterapkan, jumlah saham yang diperdagangkan menggunakan mekanisme FCA berpotensi berkurang sehingga lebih banyak transaksi kembali berlangsung melalui continuous auction. Kondisi ini diharapkan mendukung likuiditas sekaligus membuat proses pembentukan harga menjadi lebih efisien.

Berita Emiten

  1. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE)

CBRE resmi menerima kapal pipe laying & lifting vessel Gunanusa Hai Long 106 yang telah tiba di Terminal Khusus Gunanusa Utama Fabricators, Cilegon. Kapal tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 untuk mendukung pengerjaan Hidayah Field Phase 1 Development Project.

Dalam proyek tersebut, kapal akan menangani pekerjaan Engineering, Procurement, Construction, Installation, and Commissioning (EPCIC), meliputi pembangunan Integrated Wellhead Platform (WHP), Central Processing Platform (CPP), Subsea Pipeline, hingga Pipeline End Terminal (PLET).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang CBRE untuk memperluas lini usaha ke sektor jasa penunjang offshore. Investasi kapal senilai US$100 juta tersebut diharapkan membuka peluang perusahaan menggarap proyek pemasangan pipa bawah laut, konstruksi migas, pengembangan energi terbarukan, hingga menjangkau pasar internasional.

  1. PT Trisula International Tbk. (TRIS)

TRIS menetapkan anggaran maksimal Rp15 miliar untuk pelaksanaan pembelian kembali saham yang akan dibiayai dari kas internal. Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026.

Hingga akhir Maret 2026, perseroan memiliki kas sebesar Rp195 miliar, meningkat dibandingkan Rp132,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jika seluruh alokasi buyback digunakan, saldo kas diperkirakan menjadi sekitar Rp180 miliar, dengan total aset menjadi sekitar Rp1,41 triliun dan ekuitas sebesar Rp826,10 miliar.

Di sisi operasional, TRIS membukukan pendapatan Rp455,33 miliar pada kuartal I-2026 atau tumbuh 13,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba per saham (EPS) tercatat sebesar Rp5,57 per saham, sedangkan secara proforma setelah buyback diperkirakan menjadi Rp5,75 per saham. Program buyback tersebut merupakan salah satu aksi korporasi yang dijadwalkan berlangsung hingga awal Oktober 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • TPIA - Buy 1860-1870 | TP 1895-1925 | SL 1780

  • RAJA - Buy 4100-4110 | TP 4170-4200 | SL 3900

  • BUVA - Buy 850-865 | TP 880-890 | SL 810

  • BIPI - Buy 124-126 | TP 129-132 | SL 118

  • IMPC - Buy 1520-1535 | TP 1555-1595 | SL 1450

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads