Rights Issue Gajah Tunggal Dapat Lampu Hijau

Rights Issue Gajah Tunggal Dapat Lampu Hijau

- detikFinance
Kamis, 22 Nov 2007 18:38 WIB
Jakarta - Pemegang saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menyetujui rencana penerbitan saham baru (rights issue) sebelum akhir tahun.

Demikian hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan di Hotel Alila, Jl. Pecenongan, Jakarta, Kamis (22/11/2007).

Dalam Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) GJTL akan rights issue sebanyak 316.800.000 lembar dengan nilai nominal Rp 500.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perseroan mengharapkan bisa menghimpun dana sekitar Rp 158,4 miliar dari
pengeluaran saham baru itu. Kita berharap pada 6 Desember sudah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ)," kata Corporate Comunication Investor Relation GJTL, Marcelo T. Taufik.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja perseroan. Sebagai penjamin emisi, GJTL menunjuk PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA).

Sementara pihak AAA bersedia untuk mengambil saham sebanyak-banyaknya 51 persen dari seluruh saham yang dikeluarkan apabila tidak terserap oleh investor.

Komposisi permodalan perusahaan setelah pengeluaran saham tersebut menjadi Rp 6 triliun yang terbagi atas 12 miliar lembar saham. Sedangkan untuk modal disetor dan modal ditempatkan masing-masing Rp 1,724 triliun dari 3,484 miliar lembar saham.

Marcelo menambahkan, apabila dana hasil PUT III tersebut dirasakan masih kurang maka pihak manajemen berencana untuk mencari pinjaman ke beberapa bank. Namun ia belum bisa memberikan nama bank-bank tersebut.

"Saat ini kita telah membuat perjanjian dengan bank asing yang ada di Indonesia, kita akan diberi untuk dapat pinjaman maksimal sebesar 30 juta dolar AS," kata Marcelo.

Sementara pada triwulan III-2007, laba bersih GJTL turun dari Rp 118,4 miliar menjadi Rp 58,1 miliar. Penjualan bersih GJTL juga mengalami penurunan menjadi Rp 3,2 triliun.

"Penurunan tersebut diakibatkan oleh kenaikan harga bahan baku semisal harga karet dan harga bahan bakar minyak dunia. Kami sedang mempertimbangkan untuk konversi ke gas bumi," kata Marcelo.

Untuk tahun 2008, GJTL menargetkan capex sebesar US$ 170 juta, menyelesaikan utang-utang perusahaan baik obligasi yang diterbitkan di luar negeri, utang jatuh tempo.

"Utang kita yang jatuh tempo tahun ini tinggal 5 juta dolar AS. Nilai tersebut boleh dibilang kecil karena kas perseroan saat ini sangat besar," kata Marcelo.

Sementara untuk pembagian dividen, GJTL berencana membayar tunai sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun, tetapi besarannya akan ditentukan berdasarkan tingkat keuntungan yang diperoleh perseroan. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads