Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pergerakan pasar modal Indonesia masih kuat dipengaruhi ketidakpastian global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah sepanjang Juni.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, mengatakan pasar modal saat ini masih dalam fase konsolidasi. Kondisi ini didorong oleh persepsi investor atas kebijakan domestik hingga penyesuaian portofolio saham di pasar modal.
"Pasar saham domestik pada Juni 2026, masih berada pada fase konsolidasi, hal ini dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global persepsi investor atas kondisi dan kebijakan domestik, serta adanya penyesuaian atau rebalancing portofolio investor," ungkap Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini |
Hasan mengatakan, IHSG ditutup pada level 5.643,19 hingga akhir Juni, turun 7,9% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan melemah 34,74% sepanjang 2026. Sejalan dengan hal tersebut, investor asing pada periode yang sama juga mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp 19,63 triliun.
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar modal RI tercatat sebesar Rp 22,23 triliun, sementara di bulan Mei tercatat di angka Rp 22,86 triliun. "Investor asing pada periode tersebut membukukan net sell di saham senilai Rp 19,63 triliun," terangnya.
Sementara pada pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Juni 2026 ditutup melemah 1,69% ke level 429,85 mtm. Namun minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (BSN) mencatat net buy sebesar Rp 22,43 triliun mtm.
Sedangkan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana tercatat sebesar Rp 652,9 triliun atau mengalami turun 4,79% mtm atau 3,32 persen year-to-date (ytd). Pada industri reksadana, terdapat net redemption sebesar Rp 23,75 triliun mtm. Sedangkan secara year-to-date, net redemption reksa dana tercatat sebesar Rp 2,14 triliun.
"Jumlah investor di pasar modal melanjutkan tren peningkatan secara signifikan. Tercatat penambahan sebanyak 1,21 juta investor mtm di bulan Juni 2026, sehingga total jumlah investor telah mencapai angka 28,96 juta atau telah tumbuh 42,22% year-to-date," pungkasnya.
Simak juga Video 'Apa yang Bikin IHSG Terbang Dalam Beberapa Hari Terakhir?':
(ahi/ara)










































