ISAT Rampungkan Transaksi Fiber Rp 11,71 Triliun, IPO JELI dan JECX Diserbu Investor

ISAT Rampungkan Transaksi Fiber Rp 11,71 Triliun, IPO JELI dan JECX Diserbu Investor

- detikFinance
Rabu, 08 Jul 2026 08:45 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
ISAT Rampungkan Transaksi Fiber Rp 11,71 Triliun, IPO JELI dan JECX Diserbu Investor
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (7/7) di zona hijau dengan kenaikan 1,19% ke level 5.986,50. Penguatan indeks didorong oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BBNI. Di sisi lain, pelemahan pada BRMS, INDF, dan ICBP membatasi laju kenaikan indeks.

Meski IHSG menguat, investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp205,38 miliar di pasar reguler dan Rp176,83 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sebanyak 10 sektor berhasil ditutup menguat. Sektor properti memimpin kenaikan dengan penguatan 3,23%, sedangkan sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona negatif setelah turun 0,54%.

Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat kompak ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,25%, S&P 500 terkoreksi 0,45%, dan Nasdaq melemah 1,16%. Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran kembali menyerang kapal komersial di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah sentimen tersebut, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan evaluasi MSCI terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Hal ini tercermin dari kenaikan ETF EIDO sebesar 1,08% dan indeks MSCI Indonesia yang menguat 2,07%.

MSCI memutuskan mempertahankan kebijakan index freeze untuk saham Indonesia pada Index Review Agustus 2026. Dengan keputusan ini, belum ada tambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), tidak ada perubahan Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS), serta belum ada perpindahan emiten dari indeks Small Cap ke Standard Index.

ADVERTISEMENT

Lembaga penyedia indeks global tersebut masih melanjutkan peninjauan terhadap implementasi reformasi pasar modal Indonesia, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham, metodologi penentuan free float, serta kemudahan akses pasar bagi investor internasional.

Berita Emiten

  1. PT Indosat Tbk. (ISAT)

ISAT bersama anak usahanya, Aplikanusa Lintasarta, telah menyelesaikan transaksi divestasi 84,90% saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT) kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), entitas yang berada di bawah PT Ainfrastruktur Indonesia Raya (AIR). Nilai transaksi tersebut mencapai Rp11,71 triliun dan efektif berlaku sejak 30 Juni 2026.

Selain melepas mayoritas saham IFT, ISAT dan Lintasarta juga mengalihkan sisa kepemilikan 15,10% melalui mekanisme inbreng sehingga memperoleh kepemilikan 49,90% di NFT. Dengan struktur baru tersebut, ISAT masih memiliki kepemilikan efektif sebesar 49,68% di IFT.

Setelah transaksi selesai, IFT tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan ISAT. Namun, perseroan tetap dapat memanfaatkan jaringan serat optik melalui skema lease back untuk mendukung kegiatan operasional. Dari transaksi ini, ISAT menerima dana tunai Rp11,71 triliun dan membukukan keuntungan bersih dari dekonsolidasi sebesar Rp1,65 triliun.

Tambahan likuiditas tersebut diperkirakan membuat posisi kas perseroan meningkat signifikan, dari Rp5,56 triliun pada akhir kuartal I-2026 menjadi sekitar Rp17,47 triliun. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi bisnis ISAT menuju model operasional yang lebih ringan aset (asset-light) dengan tetap mempertahankan eksposur terhadap bisnis infrastruktur fiber.

  1. PT Niramas Utama Tbk. (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX)

Dua emiten yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026 juga mendapat perhatian pasar. JELI mencatat kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 41,90 kali, sementara JECX membukukan oversubscription sebesar 5,61 kali.

Secara keseluruhan, jumlah kelebihan pemesanan kedua penawaran umum perdana saham tersebut mencapai sekitar 13,13 miliar lembar. Seiring proses penjatahan, terdapat potensi pengembalian dana sekitar Rp12,60 triliun kepada investor. Dana tersebut berpotensi kembali masuk ke pasar sehingga dapat mendukung aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • SMGR - Buy 1490-1500 | TP 1520-1530 | SL 1410

  • ASII - Buy 4880-4910 | TP 4930-4980 | SL 4690

  • ADRO - Buy 2310-2330 | TP 2360-2400 | SL 2220

  • BKSL - Buy 63-66 | TP 67-68 | SL 61

  • ELSA - Buy 585-595 | TP 605-615 | SL 560

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads