Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (9/7) di zona hijau dengan kenaikan 0,67% ke level 5.912,44. Penguatan indeks ditopang oleh saham BRPT, BMRI, dan AMMN, sementara pelemahan MORA, IMPC, dan BBRI membatasi laju kenaikan. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp352,33 miliar di pasar reguler dan Rp259,36 miliar di seluruh pasar.
Secara sektoral, delapan dari sebelas sektor berhasil ditutup menguat. Sektor Basic Industry memimpin kenaikan dengan penguatan 2,10%, sedangkan sektor Health menjadi satu-satunya sektor yang mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,24%.
Sentimen dari pasar global juga cenderung positif. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat, dengan indeks Dow Jones naik 0,27%, S&P 500 bertambah 0,81%, dan Nasdaq menguat 1,30%. Di dalam negeri, aktivitas perdagangan turut meningkat dengan nilai transaksi mencapai Rp12,08 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp10,54 triliun pada perdagangan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan likuiditas tersebut terjadi seiring masuknya dana dari kelebihan pemesanan lima saham IPO senilai Rp27,91 triliun. Di sisi lain, indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing menguat 0,34% dan 0,62%.
Berita Emiten
Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ)
SRAJ resmi mengoperasikan Mayapada Hospital Jakarta Timur pada Kamis (9/7). Rumah sakit tersebut menjadi fasilitas kesehatan kedelapan yang dimiliki perseroan dengan kapasitas awal 107 tempat tidur dan investasi sekitar Rp600 miliar.
Selain menghadirkan layanan ibu dan anak, rumah sakit ini juga menyediakan berbagai layanan spesialis, mulai dari penyakit dalam, kardiovaskular, trauma dan ortopedi, gastrohepatologi, urologi, hingga pediatri yang didukung teknologi diagnostik.
Perseroan juga melanjutkan agenda pengembangan jaringan rumah sakit. Manajemen tengah mengkaji pembangunan satu hingga dua rumah sakit baru di Jakarta, sekaligus membangun Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan di Lebak Bulus dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun.
Proyek tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas rumah sakit menjadi sekitar 450 tempat tidur. Selain itu, SRAJ juga melanjutkan pengembangan rumah sakit di Tangerang dan Surabaya, membangun rumah sakit internasional di KEK Kesehatan Batam yang ditargetkan beroperasi pada 2028, serta menyiapkan rumah sakit tambahan di Surabaya pada 2029.
Bangun Kosambi Sukses (CBDK)
CBDK memperkuat struktur permodalan dua anak usahanya, yakni Industri Pameran Nusantara (IPN) dan Samudra Mega Utama (SMU). Perseroan menyetor tambahan modal sebesar Rp90,10 miliar ke IPN melalui penyetoran penuh 5,30 juta saham Seri B, sehingga modal disetor meningkat menjadi Rp2,65 triliun dengan porsi kepemilikan tetap 99,99%.
Bersamaan dengan itu, IPN memperbarui klasifikasi KBLI ke versi 2025 dan memperluas ruang lingkup usaha ke penyewaan properti, pengelolaan pusat perbelanjaan, pergudangan, serta bisnis makanan dan minuman.
Sementara itu, SMU meningkatkan modal dasar dari Rp1,20 miliar menjadi Rp39,60 miliar melalui penerbitan 23 ribu saham baru senilai Rp13,80 miliar. Langkah tersebut membuat modal disetor SMU naik menjadi Rp14,40 miliar, dengan kepemilikan CBDK tetap sebesar 99,90%.
Dian Swastatika Sentosa (DSSA)
DSSA melalui entitas anak DSST Mas Gemilang (DSST) melakukan transaksi afiliasi senilai Rp8,54 triliun untuk memperkuat struktur permodalan Bintang Mas Tunggal (BMT). Perseroan menyampaikan bahwa transaksi yang dilakukan pada 6 Juli 2026 tersebut termasuk transaksi afiliasi tanpa benturan kepentingan.
Nilainya juga memenuhi kriteria transaksi material karena melebihi 20% namun masih di bawah 50% dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
DEWA - Buy 326-330 | TP 336-346 | SL 1340
TUGU - Buy 1230-1240 | TP 1255-1270 | SL 1170
BDMN - Buy 3900-3920 | TP 3980-4050 | SL 3730
VKTR - Buy 530-540 | TP 555-565 | SL 505
ESSA - Buy 550-560 | TP 575-585 | SL 530
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
(ang/ang)










































