"Pinjaman ini akan dilakukan melalui satu ataupun beberapa transaksi dalam bentuk pinjaman kredit bilateral, pinjaman kredit sindikasi dan atau melalui pengeluaran obligasi atau instrumen-instrumen hutang lainnya baik dalam mata uang asing maupun rupiah," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dalam siaran persnya, Jumat (23/11/2007).
Tahun 2008, total belanja modal yang dianggarkan XL sebesar US$ 650 juta. Sebanyak US$ 350 juta diantaranya akan didanai dari pinjaman baru tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasnul mengatakan pinjaman baru tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai kuartal keempat tahun 2007 sesuai dengan kondisi arus kas Perseroan dan waktu pelaksanaan refinancing, dengan mempertimbangkan kondisi pasar uang, tingkat suku bunga dan pasar modal domestik maupun internasional.
Pencarian pinjaman baru tersebut telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB hari ini.
Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan direksi. Hilmi bin Mohd Yunus mengundurkan diri dari jabatan Direktur IT.
"Untuk bisa menjalankan rencana ke depan, banyak hal yang harus kami lakukan. Selain akan mencari pinjaman baru, satu hal lagi yang perlu kami jalankan adalah restrukturisasi organisasi yang akan dilakukan secara bertahap, sehingga organisasi XL bisa lebih ramping dan lebih lincah," kata Hasnul.
Dengan demikian, susunan Direksi XL yang baru terdiri dari Hasnul Suhaimi sebagai Presiden Direktur XL, Joris de Fretes Direktur Corporate Services, Md Nasir Ahmad Direktur Corporate Strategy & Business Development, Nicanor V Santiago III Direktur Consumer Marketing, Joy Wahyudi Direktur Commerce, Willem Lucas Timmermans Direktur Finance dan Dian Siswarini Direktur Network Services. (ard/qom)











































