TBIG Siapkan Ekspansi Bisnis Digital, PNGO Masuki Masa Tender Wajib

TBIG Siapkan Ekspansi Bisnis Digital, PNGO Masuki Masa Tender Wajib

- detikFinance
Jumat, 17 Jul 2026 08:46 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
TBIG Siapkan Ekspansi Bisnis Digital, PNGO Masuki Masa Tender Wajib
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada layar smartphone
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (16/7) di zona hijau setelah naik 1,10% ke level 6.108,21. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham ASII, BMRI, dan BBCA, sedangkan UNTR, VKTR, serta AMRT menjadi saham yang membebani laju indeks.

Minat investor asing juga masih terlihat di pasar domestik. Tercatat, investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp1,22 triliun di seluruh pasar. Arus dana tersebut didukung transaksi pada saham-saham sektor perbankan dan komoditas, termasuk transaksi negosiasi terkait pengambilalihan saham PKPK dengan nilai lebih dari Rp1 triliun.

Sejalan dengan itu, ETF EIDO menguat 1,33% dan indeks MSCI Indonesia naik 1,55%. Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat, dengan sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 1,94%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat bergerak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,20% ke level 52.552, S&P 500 terkoreksi 0,51% ke 7.533, sedangkan Nasdaq turun lebih dalam sebesar 1,47% ke posisi 25.881.

ADVERTISEMENT

Berita Emiten

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

TBIG berencana memperluas cakupan usahanya dengan menambahkan layanan Network Access Point (NAP) melalui anak usaha PT Tower Bersama. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem infrastruktur digital Perseroan di luar bisnis penyewaan menara telekomunikasi.

Karena anak usaha tersebut menyumbang lebih dari 20% pendapatan konsolidasian, rencana penambahan kegiatan usaha dikategorikan sebagai transaksi material sehingga akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Agustus mendatang.

Layanan NAP akan difokuskan sebagai penyedia wholesale IP transit bagi ISP Tier 2-3 dan pelanggan korporasi dengan memanfaatkan jaringan serat optik sepanjang lebih dari 60.000 kilometer, infrastruktur menara, serta data center yang dimiliki grup.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, TBIG menyiapkan investasi awal sekitar Rp47,40 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal. Dengan skema pendanaan tersebut, Perseroan menyatakan tidak terdapat perubahan struktur permodalan maupun penambahan pinjaman.

Berdasarkan hasil studi kelayakan independen, proyek tersebut memiliki estimasi IRR sebesar 18,65%, NPV positif Rp37,83 miliar, Profitability Index 1,86 kali, dan estimasi periode pengembalian investasi sekitar 7 tahun 4 bulan.

PT Pinago Utama Tbk (PNGO)

PNGO memasuki periode penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang dilakukan oleh pengendali baru, AEP Nusantara Holdings Limited.

Penawaran berlaku untuk maksimal 13,59 juta saham milik publik atau sekitar 1,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp3.584 per saham. Apabila seluruh saham tersebut diperoleh, nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp48,69 miliar.

MTO berlangsung mulai 16 Juli hingga 14 Agustus 2026 setelah AEP Nusantara sebelumnya menyelesaikan akuisisi 98,26% saham PNGO senilai Rp2,75 triliun pada Mei 2026.

Perseroan menjelaskan pelaksanaan MTO dilakukan sebagai tindak lanjut atas ketentuan yang berlaku setelah perubahan pengendalian. AEP Nusantara juga menyampaikan tidak memiliki rencana untuk menghapus pencatatan saham PNGO dari Bursa. Apabila kepemilikan nantinya mencapai 100%, pengendali baru tetap perlu memenuhi ketentuan mengenai porsi kepemilikan saham publik sesuai regulasi.

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

HATM berencana melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan maksimal 800 juta saham baru atau setara 9,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga pelaksanaan akan mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia, yaitu sekurang-kurangnya 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan pencatatan saham tambahan.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk belanja modal. Perseroan juga menyampaikan bahwa transaksi ini tidak mengubah pengendali perusahaan. Setelah PMTHMETD selesai dilaksanakan, kepemilikan masyarakat diperkirakan berubah dari 13,29% menjadi 12,17%, sehingga pemegang saham publik berpotensi mengalami dilusi sekitar 8,44%.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads