Pemerintah Tolak Rencana Penerbitan CB Semen Gresik

Pemerintah Tolak Rencana Penerbitan CB Semen Gresik

- detikFinance
Senin, 26 Nov 2007 19:07 WIB
Jakarta - Pemerintah menolak rencana penerbitan obligasi konversi atau convertible bond (CB) PT Semen Gresik Tbk.

"Tentang Semen Gresik pasti tidak akan ada convertible bond, saya tidak akan pernah mengizinkan itu," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2007).

Dalam rapat tersebut anggota DPR juga mencurigai penerbitan CB akan mendilusi kepemilikan saham pemerintah di Semen Gresik menjadi minoritas. Namun Sofyan kembali menegaskan tidak akan ada penerbitan CB Semen Gresik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada kecurigaan yang besar, CB upaya untuk mendelisting, tapi saya tidak melihat hal itu," kata Sofyan.

Karena Semen Gresik tidak diizinkan menerbitkan CB,Β  maka Semen Gresik diharapkan mencari pembiayaan lain seperti penerbitan obligasi biasa dan lain-lain.

Semen Gresik semula menjajaki kemungkinan menerbitkan obligasi konversi pada tahun depan sebagai salah satu sumber pembiayaan.

Penerbitan surat utang yang dapat ditukar menjadi saham itu dilakukan setelah Semen Gresik menerbitkan obligasi sekitar US$ 500 juta pada Januari tahun depan.

Namun untuk aksi korporasi lain seperti pembangunan pabrik semen baru dan pembangkit listrik sendiri, Sofyan mengatakan pemerintah menyetujui hal itu.

"Mereka boleh membuat pembangkit listrik sendiri karena PLN tidak reliable kalau ada ekses produksi listrik di jual PLN boleh silakan saja, itu keputusan korporasi," katanya.

Menurutnya Semen Gresik merupakan salah satu BUMN yang bagus. BUMN lain yang bisa dibanggakan adalah PT PN III dan IV, PGN, industri energi seperti Timah, PTBA.

Untuk perusahaan karya, Sofyan menyebut Adhi Karya, Wijaya Karya, Rekayasa Industri sebagai model yang bisa dibanggakan.

"Pertamina kita sedang perbaiki, PLN juga saya sangat tidak puas banyak yang harus diperbaiki. Saya ingin menggunakan wewenang yang saya miliki," tandasnya.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads