DEWA Perluas Portofolio Bisnis, ASII Mulai Program Buyback Rp 8 Triliun

DEWA Perluas Portofolio Bisnis, ASII Mulai Program Buyback Rp 8 Triliun

- detikFinance
Senin, 20 Jul 2026 08:55 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
DEWA Perluas Portofolio Bisnis, ASII Mulai Program Buyback Rp 8 Triliun
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada layar tablet
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (17/7) dengan kenaikan 1,10% ke posisi 6.175,54.

Penguatan indeks terutama didorong oleh saham-saham perbankan besar, yakni BBCA, BBRI, dan BMRI. Di sisi lain, pelemahan saham DCII, BREN, dan BRMS menjadi penahan laju kenaikan.

Aktivitas investor asing juga mencatatkan beli bersih sebesar Rp725,11 miliar di pasar reguler dan Rp638,57 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, tujuh dari sebelas sektor berakhir di zona hijau dengan sektor keuangan memimpin kenaikan sebesar 2,34%, sementara sektor basic industry menjadi sektor yang terkoreksi paling dalam sebesar 0,50%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah, di mana Dow Jones turun 0,77%, S&P 500 terkoreksi 1,01%, dan Nasdaq melemah 1,40%.

Sementara itu, penerapan Price Impact Ratio (PIR) dalam metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dinilai mendukung peningkatan kualitas likuiditas pasar dan sejalan dengan aspek Extreme Price Increase (EPI) yang menjadi bagian dari evaluasi MSCI. Respons positif juga terlihat dari kenaikan ETF EIDO sebesar 2,05% dan MSCI Indonesia sebesar 2,97%.

ADVERTISEMENT

Berita Emiten

  1. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA)

DEWA membentuk tiga entitas anak baru sebagai bagian dari pengembangan kegiatan usaha di sektor kelistrikan, infrastruktur, dan hospitality. Tiga perusahaan tersebut adalah DH Listrik, DH Infrastruktur, dan DH Arunika Hospitality.

DH Listrik akan berfokus pada pembangkitan serta penyediaan tenaga listrik, DH Infrastruktur bergerak di bidang kepelabuhanan, pergudangan, angkutan laut, dan jasa transportasi pendukung, sedangkan DH Arunika Hospitality menjalankan usaha pengelolaan hotel, akomodasi, jasa boga, hingga penyediaan tenaga kerja.

Kepemilikan DH Listrik dan DH Infrastruktur dilakukan secara tidak langsung melalui DH Investindo sebesar 99,90% dan Cipta Multi Prima sebesar 0,10%, sementara DH Arunika Hospitality dimiliki langsung oleh DEWA sebesar 99,90% dengan sisa kepemilikan berada pada Cipta Multi Prima.

Hingga kuartal I-2026, DEWA membukukan total aset sebesar Rp15,95 triliun dan ekuitas Rp7,89 triliun, masing-masing turun dibandingkan posisi akhir 2025. Pendapatan tercatat sebesar Rp1,55 triliun atau turun 2,21% secara tahunan, sedangkan laba bersih meningkat 34,59% menjadi Rp92,72 miliar.

  1. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE)

RISE memulai pembangunan proyek resort Vasa Ubud di Bali dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun. Proyek yang berdiri di atas lahan sekitar 7,39 hektare di kawasan Ubud tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 30 bulan.

Resort ini mengusung konsep low-density luxury resort dengan rencana pembangunan 41 vila privat dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary. Perseroan menyampaikan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas portofolio properti premium sekaligus meningkatkan kontribusi segmen hospitality dan pendapatan berulang (recurring income) pada kegiatan usaha perusahaan.

  1. PT Astra International Tbk. (ASII)

ASII akan menjalankan program pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun pada periode 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB. Perseroan menyatakan pendanaan buyback berasal dari kas internal, dengan jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor serta tetap mempertahankan porsi saham publik minimal 15%.

Program tersebut menjadi kelanjutan buyback senilai Rp2 triliun yang dimulai sejak November 2025. Pada periode 16 Maret hingga 15 Juni 2026, ASII telah merealisasikan pembelian kembali sebesar Rp810,70 miliar atau sekitar 40,5% dari alokasi dana, setara dengan 153,43 juta saham pada harga rata-rata Rp5.283 per saham.

Dalam agenda RUPSLB yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengalihan maksimal 100 juta saham hasil buyback untuk pelaksanaan Management Stock Ownership Program (MSOP).

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • TLKM - Buy 2630-2650 | TP 2680-2710 | SL 2490

  • BUVA - Buy 940-950 | TP 970-990 | SL 900

  • BRIS - Buy 1895-1905 | TP 1925-1950 | SL 1795

  • TOWR - Buy 404-408 | TP 414-424 | SL 384

  • AADI - Buy 8650-8700 | TP 8825-9000 | SL 8325

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads