Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pada pembukaan pagi ini. Dolar AS menguat mendekati level Rp 18.000 pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.
Dilansir dari data Bloomberg, Senin (20/7/2026), dolar AS mengalami penguatan 0,32% atau naik sekitar 57 poin ke level Rp 17.978.
Nilai tukar dolar AS juga mengalami sedikit penguatan terhadap sebagian besar mata uang global lainnya. Penguatan ini dikarenakan memanasnya konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak naik yang cukup signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Reuters, dolar AS naik 0,1% terhadap mata uang Negeri Sakura Jepang menjadi 162,48 yen/US$, didorong oleh ketegangan geopolitik yang membuat investor mencari aset safe-haven. Ini merupakan level terkuat dolar AS sejak 9 Juli lalu.
Kemudian mata uang Benua Biru, euro juga tercatat turun 0,1% terhadap dolar AS jadi US$ 1,1426. Sementara nilai poundsterling Inggris terhadap uang Negeri Paman Sam tetap stabil di US$ 1,3445, dolar Australia turun 0,1% menjadi US$ 0,6975, dan dolar Selandia Baru turun 0,2% menjadi US$ 0,5833.
"Pasar valuta asing relatif tenang, dengan US$ secara umum stabil, sementara AU$ melemah terhadap dolar AS dan sebagian besar mata uang utama," tulis analis Westpac dalam sebuah laporan riset.
"Sentimen pasar terus memburuk karena kekhawatiran seputar valuasi semikonduktor membebani selera risiko, sementara ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran menangguhkan komitmennya berdasarkan kesepakatan perdamaian sementara," sambungnya.
(acd/acd)









































