Pada perdagangan pukul 12.00 WIB, Selasa (27/11/2007) rupiah turun 37 poin ke posisi 9.387 per dolar AS.
Rupiah bahkan sempat nyemplung hingga 9.400 per dolar AS karena permintaan dolar yang cukup tinggi sebelum akhirnya kembali ke level 9.300-an. Pelaku pasar global memilih memegang mata uang negara maju karena mengantipisasi rapat The Fed pada minggu pertama Desember 2007 serta khawatir masih tingginya harga minyak dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjloknya bursa global karena sentimen memburuknya pasar di AS membuat investor melepas sejumlah saham-saham tambang.
Nilai transaksi saham pada sesi siang ini mencapai Rp 2,959 triliun, dengan volume 1,642 miliar dan frekuensi sebanyak 30.503 kali. Sebanyak 45 saham naik, 97 saham turun dan 48 saham stagnan.
Saham-saham yang terpuruk harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 3.100 menjadi Rp 94.300, Timah (TINS) turun Rp 400 menjadi Rp 23.700, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 10.050, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 4.900 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.950.
Sedangkan saham-saham yang masih bisa naik di top gainer antara lain, Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 8.650, Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp 20 menjadi Rp 1.380 dan Darma Henwa (DEWA) naik Rp 20 menjadi Rp 610.
(ir/qom)











































