IHSG Balik ke Level 6.300 Ditopang Saham Konglomerat

IHSG Balik ke Level 6.300 Ditopang Saham Konglomerat

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2026 12:42 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat kembali sepanjang sesi I perdagangan hari ini, Selasa (21/7). Indeks saham kembali menyentuh level 6.300 seiring menguatnya saham-saham milik konglomerat.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat 1,41% ke level 6.319,85 hingga penutupan sesi I hari ini. Indeks saham bergerak menguat dari level 6.273,57 pada pembukaan pagi tadi.

Saat ini tercatat volume perdagangan sebanyak 30,96 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,07 triliun. Total frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 1.762.226 kali sepanjang sesi I hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Papan perdagangan utama LQ45 juga tercatat menguat 1,20% ke level 635.283 hingga paruh pertama perdagangan hari ini. Ada sebanyak 387 saham menguat, 224 saham melemah, dan 181 saham stagnan.

ADVERTISEMENT

Saham konglomerat sepanjang sesi I juga tercatat menguat. Milik konglomerasi Bakrie Grup misalnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 9,55% ke harga Rp 436 per saham.

Kemudian milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 7,46% ke harga Rp 720 per saham. Kemudian milik konglomerat Agoes Projosasmito, PT Amman Mineral Internasional Tbk menguat 6,48% ke harga Rp 4.270 per saham.

Sementara berdasarkan data perdagangan Stockbit, tercatat aksi beli investor asing (foreign buy) sebanyak Rp 2,98 triliun di paruh pertama perdagangan hari ini. Namun tercatat aksi jual investor asing (foreign sell) sebesar Rp 2,76 triliun. Meski demikian, IHSG masih tercatat net foreign buy sebesar Rp 220,14 miliar.

Saham konglomerat juga tercatat mendominasi foreign buy pada sesi I hari ini. Saham milik konglomerasi Sinar Mas Group misalnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), mencatat foreign buy sebesar Rp 169,72 miliar.

Di posisi kedua foreign buy terbesar pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak Rp 92,81 miliar. Kemudian di posisi ketiga milik Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan foreign buy sebesar Rp 41,48 miliar.

Lihat juga Video #Tanyadetikfinance: Apa Benar Pidato Prabowo Bikin IHSG Naik Turun?

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads