FORU Siapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun, BREN Tambah Pendanaan Proyek Panas Bumi

FORU Siapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun, BREN Tambah Pendanaan Proyek Panas Bumi

- detikFinance
Rabu, 22 Jul 2026 08:50 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
FORU Siapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun, BREN Tambah Pendanaan Proyek Panas Bumi
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Review

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (21/7) dengan kenaikan 1,74% ke posisi 6.340,02. Penguatan indeks didorong oleh lonjakan saham DSSA yang naik 15,34%, disusul AMMN yang menguat 6,98%, serta BBRI yang bertambah 1,66%. Sebaliknya, pelemahan saham FILM, HEAL, dan KLBF menjadi penekan pergerakan indeks.

Minat beli investor asing masih berlanjut dengan mencatatkan net buy sebesar Rp360,21 miliar di pasar reguler, sementara akumulasi transaksi di seluruh pasar mencatat net buy Rp31,36 miliar. Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor bergerak di zona hijau. Sektor energi menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan penguatan 3,48%, sedangkan sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah setelah turun 1,33%.

Sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat kompak ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 0,74%, S&P 500 bertambah 0,89%, dan Nasdaq menguat 1,29%. Pergerakan tersebut diikuti kenaikan sejumlah saham berbeta tinggi di dalam negeri, seperti CUAN, TPIA, AMMN, dan BRPT, yang turut menopang penguatan IHSG. Di sisi lain, ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia juga melanjutkan tren positif masing-masing sebesar 1,36% dan 1,23%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berita Emiten

  1. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)

BREN memperoleh tambahan pendanaan melalui anak usahanya di Singapura, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL). Perseroan menandatangani fasilitas pinjaman berjangka senilai hingga US$300 juta atau sekitar Rp5,37 triliun dari Bangkok Bank Public Company Limited pada 17 Juli 2026.

Pendanaan tersebut terbagi menjadi dua fasilitas. Fasilitas A sebesar US$105 juta akan digunakan untuk mendukung tahap prakonstruksi proyek panas bumi Suoh Sekincau di Sumatera. Sementara Fasilitas B senilai US$195 juta dialokasikan sebagai penyertaan modal pembangunan proyek Suoh Sekincau sebesar US$105 juta dan proyek Hamiding di Maluku sebesar US$90 juta. Kedua fasilitas memiliki tenor hingga 60 bulan sejak penarikan pertama.

ADVERTISEMENT

Nilai fasilitas ini setara sekitar 33,95% dari ekuitas BREN berdasarkan laporan keuangan FY2025, sehingga masuk kategori transaksi material. Hingga kuartal I-2026, rasio utang terhadap ekuitas (DER) perseroan berada di level 3,21 kali, turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 3,38 kali. Penarikan pinjaman akan dilakukan secara bertahap hingga Agustus 2026 untuk Fasilitas A dan Desember 2027 untuk Fasilitas B.

  1. PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR)

AGAR mengungkapkan adanya rencana pengambilalihan saham yang dapat mengubah struktur pengendali perseroan. Suprajitno Sutomo telah menyampaikan Letter of Intent (LoI) pada 16 Juli 2026 untuk mengakuisisi 450 juta saham milik PT Indo Kreasi Pratama.

Selain transaksi tersebut, calon pengendali juga berencana membeli sedikitnya 60 juta saham dari pemegang saham lainnya. Jika seluruh proses terlaksana, kepemilikan yang diperoleh mencapai paling sedikit 510 juta saham atau setara minimal 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh AGAR.

Perseroan menyebut rencana ini dilakukan untuk mendukung pengembangan usaha melalui investasi dan ekspansi bisnis. Setelah proses pengambilalihan selesai, tahapan berikutnya akan mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO) sesuai regulasi OJK.

  1. PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU)

FORU mengumumkan rencana PMHMETD I dengan menerbitkan maksimal 215,10 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp126 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berpotensi memperoleh dana hingga sekitar Rp27,10 triliun.

Sebagian besar dana, atau sekitar Rp20,82 triliun (76,81%), akan digunakan untuk memperoleh 49% saham Borneo Prima (BP) milik IMR Asia Holding Pte. Ltd. melalui mekanisme inbreng. Langkah ini merupakan bagian dari rencana transformasi FORU menjadi perusahaan induk yang berfokus pada bisnis pertambangan batu bara kokas (coking coal).

Sementara itu, dana tunai dari porsi publik dengan nilai maksimal sekitar Rp6,28 triliun direncanakan disalurkan sebagai pinjaman modal kerja kepada Borneo Prima. Perusahaan tersebut memiliki konsesi tambang sekitar 15.000 hektare di Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan total cadangan berdasarkan Kode JORC 2012 mencapai 87,70 juta ton.

Pasca transaksi, total aset FORU diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp8,71 triliun dari sebelumnya Rp33,55 miliar, sedangkan ekuitas diperkirakan bertambah menjadi sekitar Rp7,78 triliun dari sebelumnya Rp19,23 miliar. Perseroan juga menyampaikan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 99,78%.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • BUMI - Buy 165-167 | TP 170-173 | SL 157

  • IRSX - Buy 306-310 | TP 314-324 | SL 288

  • RAJA - Buy 950-960 | TP 970-1000 | SL 890

  • TPIA - Buy 2230-2250 | TP 2280-2330 | SL 2100

  • PANI - Buy 6475-6525 | TP 6650-6800 | SL 6150

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads