IHSG Menguat Cepat ke 2.671

IHSG Menguat Cepat ke 2.671

- detikFinance
Rabu, 28 Nov 2007 16:15 WIB
Jakarta - Fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tajam sejak awal pekan ini membuat indeks cepat berubah arah dari positif ke negatif secara drastis. Saham pertambangan tetap menjadi penggerak kenaikan IHSG.

Tercatat pada Senin (26/11/2007) IHSG naik 63 poin dan kemudian Selasa (27/11/2007) turun 20 poin.

Kini pada penutupan perdagangan saham Rabu (28/11/2007) IHSG melompat 43,941 poin (1,67%) ke level 2.671,895.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan IHSG lebih dipengaruhi faktor global karena belum muncul sentimen positif dari dalam negeri.   

Menguatnya Wall Street pada perdagangan Selasa (27/11/2007) menyusul berita suntikan modal Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) sebesar US$ 7,5 miliar ke Citigroup memberikan angin segar karena bisa mengurangi dampak krisis subprime mortgage.

Indeks LQ-45 naik 12,652 poin (2,2%) ke posisi 587,978 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 10,516 poin (2,23%) ke level 482,972.

Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 76.563 kali, dengan volume 3,825 miliar unit saham, senilai Rp 8,527 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 83 saham turun dan 63 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer adalah, Timah (TINS) naik Rp 2.050 menjadi Rp 25.900, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 800 menjadi Rp 5.850, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 750 menjadi Rp 16.700, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 menjadi Rp 24.850 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 menjadi Rp 11.800.  

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 1.000 menjadi Rp 93.500, Sampoerna Agro (SGRO) turun Rp 75 menjadi Rp 3.275 dan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp 75 menjadi Rp 2.275.  

(ir/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads