Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Rabu (28/11/2007) rupiah kehilangan 20 poin menembus level 9.415 per dolar AS.
Rupiah mengikuti pelemahan mata uang Asia lainnya seperti dolar Hong Kong (turun 0,07%), rupee India (turun 0,88%), won Korea (turun 0,47%), ringgit Malaysia (turun 0,39%), peso Filipina (turun 0,37%), dolar Singapura (turun 0,32%) dan bath Thailand (turun 8,05%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktor dominannya karena pelaku global menyesuaikan posisi mereka, risikonya itu ada capital outflow . Selama ini kan inflow-nya masuk ke saham, obligasi," kata Toni ketika dihubungi detikFinance, Rabu (28/11/2007).
Toni mengkhawatirkan keluarnya modal itu akan berlangsung lama sehingga rupiah bisa melemah sampai akhir tahun.
Selain faktor ekternal, Toni melihat rupiah bergerak anomali. "Teorinya kan kalau saham bagus rupiahnya bagus tapi ini tidak," tandas Toni. (ir/qom)











































