Jumlah tersebut meningkat dari total capex 2007 senilai Rp 120 miliar. Seluruh dana diperoleh dari kas internal perseroan.
"Tahun depan, perseroan akan membuka 40 restoran baru yang antara lain berada di Dumai, Bontang, dan Pare-pare, dan juga melakukan perbaikan-perbaikan restoran lama. Semua dananya berasal dari kas internal," ujar Direktur PT Fastfood Indonesia Tbk, JD Juwono dalam paparan publik di gedung BEJ, Jakarta, Rabu (28/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komposisi penggunaan capex tersebut, 75% atau Rp 112,5 miliar akan digunakan untuk mengembangkan 40 gerai baru. Sementara sisa 25% atau Rp 37,5 miliar akan digunakan untuk 300 restoran yang ada.
Juwono mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan di 2008 menjadi Rp 1,804 triliun, atau meningkat 19% dari target penjualan 2007 sebesar Rp 1,550 triliun.
Walaupun, target pertumbuhan penjualan, lebih rendah dari target 2007 yang mencapai 22%, yaitu dari Rp 1,276 triliun di 2006 menjadi Rp 1,550 triliun 2007.
"Size penjualannya tetap lebih besar, walaupun pertumbuhannya lebih kecil. Kontribusi penjualan sekitar Rp 60-70 miliar diharapkan berasal dari gerai-gerai baru yang akan dibuka tahun depan," kata Juwono.
Untuk target laba bersih di 2008, perseroan menargetkan pertumbuhan 20%. Jumlah tersebut setara dengan 8% dari target penjualan tahun sebelumnya. Jumlahnya kira-kira mencapai Rp 124 miliar.
Sementara pada 2009 dan 2010, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8-9% dari total penjualan 2008 atau pada kisaran Rp 147,5 miliar sampai Rp 165,6 miliar.
Perseroan optimistis target penjualan tahun depan tercapai. Pasalnya, dalam laporan keuangan hingga kuartal III 2007, perseroan telah membukukan penjualan Rp 1,118 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2006 sebesar Rp 910 miliar.
Sementara pada kuartal III 2007, perseroan membukukan laba bersih Rp 66,8 miliar atau meningkat dari tahun 2006 sebesar Rp 45,7 miliar. (dro/ir)











































