Modal Asing Rp 1,3 T Cabut dari Pasar Modal RI

Modal Asing Rp 1,3 T Cabut dari Pasar Modal RI

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 26 Jul 2026 11:30 WIB
Dikutip dari RTI, Senin (18/5/2026), IHSG pada penutupan turun sangat dalam hingga 124,07 poin ke level 6.599,24 atau melemah 1,85%. IHSG dibuka di level 6.628,97 dengan level tertinggi 6.631,28 dan terendah 6.398,78.
Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Jumat (24/7) kemarin. Indeks saham diketahui melemah imbas ketidakpastian global akibat tarif baru Amerika Serikat (AS) dan perang di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), net foreign sell Jumat tercatat sebesar Rp 1,36 triliun. Jika diakumulasi sepanjang perdagangan 2026, tren aksi jual bersih asing nyaris menyentuh Rp 80 triliun.

"Investor asing hari ini (Jumat) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 1,36 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 79,09 triliun," tulis Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, IHSG masih mencatat tren positif sepanjang perdagangan periode 20-24 Juli 2026. Indeks mencatat peningkatan transaksi harian hingga 66,88% menjadi 43,68 miliar lembar saham dari 26,17 miliar lembar saham di pekan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Kemudian rata-rata nilai transaksi harian Bursa meningkat sebesar 41,21% menjadi Rp 19,76 triliun dari Rp 13,99 triliun di pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga tercatat naik 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari 2,33 juta kali transaksi.

Selanjutnya kapitalisasi pasar BEI juga naik 1,13% menjadi Rp 10.870 triliun dari Rp 10.749 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara untuk IHSG sendiri, tercatat menguat sebesar 0,34% dan ditutup pada level 6.196,430 dari 6.175,535 pada pekan lalu.

Tarif Trump

Berdasarkan data RTI Business, IHSG diketahui melemah hingga 1,88% ke level 6.196,43 dengan indeks papan perdagangan utama LQ45 yang terkoreksi 1,97% hingga penutupan perdagangan Jumat kemarin. Kondisi ini disebut terjadi imbas tarif baru AS sebesar 10% hingga 12,5% kepada 60 mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

"Investor mencermati akan pemberlakuan tarif impor baru dari AS sebesar 10-12,5% terhadap 60 mitra dagang termasuk Indonesia," kata Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, kepada detikcom, Jumat (24/7/2026).

Selain itu, investor juga tengah mencermati konflik di Timur Tengah yang kembali mengerek harga minyak mentah dunia tembus di atas level US$ 100 per barel. Di tengah kondisi tersebut, kekhawatiran arah suku bunga tinggi juga meningkat imbas terbukanya ruang peningkatan inflasi global.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads